Garut Targetkan Hattrick Juara Umum, FTBI Provinsi SMP 2026

0
106

GARUT — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 resmi digelar di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan Nomor 32, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis–Jumat (27–28/8/2026).

Pelaksanaan FTBI tahun ini menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi. Sebanyak 699 peserta ambil bagian dalam tujuh mata lomba yang dipertandingkan. Jumlah tersebut meningkat 188 peserta dibandingkan tahun 2025 yang diikuti 511 peserta.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, menyambut positif peningkatan jumlah peserta tersebut. Menurutnya, FTBI bukan sekadar kegiatan perlombaan, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom

“FTBI bukan sekadar kegiatan perlombaan. FTBI adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menjaga, melestarikan, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah,” ujar Teguh.

Ia menuturkan, bahasa ibu merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat. Di dalam bahasa Sunda terkandung nilai kesopanan, tata krama, kearifan lokal, serta cara pandang kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, lanjut Teguh, ketika anak-anak mampu berbahasa Sunda dengan baik, membaca, menulis, berbicara, mendongeng, bersastra, hingga mengekspresikan dirinya melalui bahasa Sunda, sesungguhnya mereka sedang belajar mengenal dan menghargai identitas budayanya sendiri.

“Saya berharap FTBI tidak berhenti sebagai agenda tahunan dan tidak hanya dimaknai sebagai ajang mencari juara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Garut untuk percaya diri, kreatif, berkarakter, sekaligus bangga terhadap bahasa dan budayanya,” katanya.

Lebih lanjut, Teguh mengajak seluruh pihak menjadikan FTBI Tahun 2026 sebagai momentum untuk kembali meneguhkan semangat “Miara basa, miara budaya, miara jati diri.”

Menurutnya, mencintai bahasa daerah bukan berarti menutup diri dari perkembangan zaman. Sebaliknya, generasi muda Garut harus mampu tumbuh menjadi generasi yang maju dan modern, namun tetap memiliki akar budaya yang kuat.

Koordinator Pelaksana FTBI, Eding, S.Pd.

“Garut Hebat, Garut Ngamumule Basa sareng Budaya!” tegasnya.

Kabupaten Garut sendiri memiliki catatan prestasi membanggakan dalam ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat. Garut telah dua kali meraih gelar juara umum tingkat provinsi. Karena itu, Teguh berharap pada tahun 2026 Kabupaten Garut kembali mampu mempertahankan prestasi tersebut sekaligus mencetak hattrick juara umum.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara FTBI Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026, Dhina Amalia Fitria, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan, menerangkan bahwa 699 peserta tersebut mengikuti tujuh mata lomba.

Adapun rinciannya, Ngadongeng diikuti 100 peserta, Aksara Sunda 121 peserta, Maca Sajak 129 peserta, Borangan 68 peserta, Biantara 105 peserta, Nembang Pupuh 108 peserta, dan Carpon 68 peserta.

Para pengawas

Menurut Dhina, kegiatan FTBI merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan budaya Sunda.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak kita untuk berkreasi, berprestasi, sekaligus turut ngamumule basa, sastra, jeung budaya Sunda,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana FTBI, Eding, S.Pd., berharap peningkatan jumlah peserta pada tahun ini dapat sejalan dengan semangat Garut Hebat.

Menurutnya, meningkatnya antusiasme peserta diharapkan menjadi bukti bahwa generasi muda Garut semakin mencintai dan bangga terhadap bahasa, sastra, serta budaya Sunda.

“Dengan adanya peningkatan jumlah peserta, semoga sejalan dengan semangat Garut Hebat, hebat di bidang bahasa, sastra, dan budaya Sunda, sehingga semakin jaya dan semakin tangguh,” ujarnya.

FTBI Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 pun diharapkan tidak hanya melahirkan para juara untuk mewakili Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat, tetapi juga menjadi wahana pembinaan generasi muda agar terus menjaga, mencintai, dan melestarikan bahasa serta budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri bangsa. (Jajang Sukmana)