
GARUT – Kebiasaan rajin membaca dan ketekunan belajar berbuah prestasi membanggakan. Restu Maulida, siswi kelas VIII-A SMPN 1 Bayongbong, berhasil meraih Silver Award pada ajang International Mathematics, Science, Social Studies and Language Competition (IMSSLG) 2025 bidang Ilmu Sosial (IPS) tingkat nasional.
Prestasi tersebut diraih Restu melalui kompetisi yang dilaksanakan secara daring dan diikuti peserta dari tiga negara. Atas capaian itu, Restu mengaku merasa sangat senang sekaligus terkejut karena ini merupakan kali pertamanya meraih medali perak dalam ajang perlombaan akademik.
“Senang banget, tapi juga kaget karena baru pertama kali dapat silver dari lomba,” ujar Restu saat ditemui pada Selasa (3/2/2026).

Restu menuturkan, perjuangan meraih prestasi tersebut tidaklah mudah. Ia harus rela tidur larut malam, belajar terus-menerus, hingga waktu makan pun sering terganggu. Meski demikian, semua usaha itu terbayar lunas dengan rasa puas atas hasil yang diraih.
“Pernah merasa putus asa, tapi terus belajar dari kesalahan sendiri dan juga dari pengalaman orang lain. Itu jadi motivasi buat saya,” ungkapnya.
Menurut Restu, tantangan terbesar dalam lomba ini adalah penggunaan bahasa Inggris penuh, dengan soal-soal yang cukup panjang dan membutuhkan ketelitian tinggi. Peserta dituntut mampu memahami poin-poin penting dalam setiap soal, meskipun materi yang diujikan kerap berbeda dari yang dipelajari di sekolah.
“Soalnya pakai bahasa Inggris semua dan cukup panjang, jadi harus benar-benar teliti membaca. Kadang materinya juga jauh berbeda dari pelajaran di sekolah,” jelasnya.
Melalui pengalamannya, Restu berpesan kepada pelajar lain agar tidak ragu mencoba mengikuti berbagai perlombaan, baik di tingkat sekolah, kabupaten, maupun nasional.
“Jangan takut keluar dari zona nyaman. Coba dulu ikut lomba apa saja, nanti kalau sudah ketemu bidang yang disukai bisa diasah lagi supaya punya prestasi dan membawa nama baik,” pesannya.
Ke depan, Restu yang merupakan anak tunggal itu berjanji akan terus mengikuti berbagai perlombaan, khususnya di bidang sosial maupun bidang akademik lainnya.
Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler Akademik IPS SMPN 1 Bayongbong, Lia Yuliania, S.Pd.Ek, menilai Restu sebagai sosok siswa yang rajin, tekun, dan memiliki kemauan belajar tinggi.
“Restu itu anaknya rajin dan mau belajar. Apa yang diajarkan dipelajari lagi, bertanya lagi. Tidak hanya mengandalkan penjelasan guru,” tutur Lia.
Ia menekankan pentingnya budaya membaca yang disertai pemahaman. Menurutnya, membaca saja tidak cukup tanpa memahami isi bacaan.
“Anak harus dibiasakan membuat rangkuman atau menceritakan kembali apa yang dibaca. Jadi bukan hanya membaca, tapi tahu maknanya,” ujarnya.
Lia juga menambahkan bahwa metode mengajar harus tepat dan didukung dengan ketersediaan buku yang memadai agar minat baca dan pemahaman siswa terus berkembang.
Atas keberhasilan Restu meraih prestasi tersebut, orang tua menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah dan pembimbing melalui pesan WhatsApp sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur. ***Jajang Sukmana































