Dinas Pendidikan Garut Dorong Percepatan Penurunan Stunting melalui Pembinaan Lembaga PAUD

0
115

GARUT – Stunting menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya yang besar terhadap perkembangan otak, fungsi kognitif, dan kemampuan belajar anak di masa depan. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melalui Bidang PAUD dan Dikmas menggelar kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD dalam Percepatan Penurunan Stunting pada Satuan Lembaga PAUD Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani No. 17, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Selasa, 22 Juli 2025. Tujuannya adalah untuk mengedukasi dan memperkuat kapasitas kelembagaan PAUD dalam upaya percepatan penurunan stunting di lingkungan satuan pendidikan anak usia dini.

Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Awat Setiawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Seksi PAUD. Fokusnya adalah memperkuat manajemen lembaga dan pengetahuan pendidik PAUD, khususnya yang berada di wilayah dengan kasus stunting.

“Stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan,” ujar Awat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, H. Iyan Sopiyan, S.IP., menambahkan bahwa edukasi kepada guru PAUD dan orang tua menjadi strategi penting dalam pencegahan stunting sejak dini. “Anak yang lahir dalam kondisi stunting akan masuk ke jenjang PAUD dua atau tiga tahun kemudian. Maka, guru PAUD harus dipersiapkan untuk mengedukasi orang tua dan anak agar kondisi ini tidak berlanjut,” jelasnya.

Kegiatan ini melibatkan 20 Bunda Desa, 40 lembaga PAUD, Pokja Bunda PAUD, serta mitra organisasi seperti HIMPAUDI, IGTKI, dan IGRA. Hadir pula narasumber dari Bunda PAUD Kabupaten, dan fasilitator terlatih dalam percepatan penurunan stunting.

Dinas Pendidikan juga menggandeng Dinas Kesehatan, khususnya bidang gizi, untuk menyampaikan materi tentang pola asuh dan gizi seimbang. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat peran strategis lembaga PAUD dalam memutus mata rantai stunting.

“Kami tidak hanya membahas manajemen lembaga, tapi juga bagaimana guru memiliki pengetahuan tentang pola asuh yang baik dan gizi seimbang. Ini penting agar dapat diteruskan kepada orang tua di lingkungan satuan PAUD,” ujar Awat.

Dengan pelibatan PAUD desa yang berada di lokasi stunting tahun 2025, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Garut. ***Jajang Sukmana