GARUT — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Garut Kota resmi dibuka oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Drs. H. Jujun Junaedi, M.Pd., di SDN 1 Kota Kulon dan SDN 2 Kota Kulon, Senin (11/8/2025).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2025, sekaligus wujud nyata komitmen dalam memelihara dan melestarikan Bahasa Sunda. Terdapat tujuh mata lomba yang dilaksanakan, yakni Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, Nembang Pupuh, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, Ngarang Carpon, dan Ngabodor Sorangan. Masing-masing mata lomba diikuti peserta kategori putra dan putri, sehingga total terdapat 14 cabang lomba.
H. Jujun Junaedi menegaskan, Bahasa Sunda merupakan muatan lokal wajib yang diajarkan di setiap satuan pendidikan. Melalui FTBI, pihaknya dapat mengevaluasi sejauh mana pelajaran tersebut tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihayati dan dikuasai siswa.
“Salah satu bentuk pembuktiannya adalah lewat kegiatan lomba ini, sehingga kami bisa melihat kemampuan anak-anak dalam memahami dan menggunakan Bahasa Sunda,” ujarnya.
Ia berharap FTBI dapat terus menjadi wadah penyaluran bakat dan minat siswa dalam bahasa, sastra, dan seni budaya Sunda, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Jawa Barat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang hebat, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi sopan santun sesuai adat ketimuran,” tambahnya.
Ketua Pelaksana FTBI, Pudin, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh 70 SD di Kecamatan Garut Kota berpartisipasi, masing-masing mengirimkan 14 peserta. Dengan demikian, ratusan siswa berkompetisi menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbahasa dan bersastra Sunda.
Menurut Pudin, persiapan festival telah dimulai sejak pembentukan panitia yang berjumlah 50 orang, dibantu 21 juri profesional dari dalam dan luar Kecamatan Garut Kota. Technical meeting digelar pada 9 Agustus 2025 di Aula PGRI Kecamatan Garut Kota, membahas teknis lomba sekaligus pembekalan tentang bahasa dan seni Sunda oleh narasumber program Revitalisasi Bahasa Daerah.
Pudin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Korwil Bidang Pendidikan, PGRI Kecamatan Garut Kota, Forum Kepala Sekolah, pengawas, dan para kepala sekolah SD se-Kecamatan Garut Kota.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan pinunjul yang mampu bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat, sekaligus meningkatkan pembelajaran bahasa dan sastra Sunda di sekolah,” pungkasnya.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta, guru, dan sekolah, FTBI Kecamatan Garut Kota 2025 menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa dan budaya Sunda mendapat dukungan luas, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan memelihara bahasa ibu mereka. ***Jajang Sukmana


































