GARUT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penting “panen revitalisasi” satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari SMP, SD, hingga pendidikan vokasi dan layanan khusus.
Rangkaian kunjungan kerja Mendikdasmen diawali dengan kegiatan Senam Pagi Ceria pada pukul 07.30 WIB di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler, Jalan Raya Samarang No. 52, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler. Bertempat di lapangan basket sekolah, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.240 siswa, guru, serta undangan lainnya, dengan rangkaian Senam Anak Indonesia Hebat (AIH), menyanyikan lagu Hari Baru, serta praktik 7 KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat).
Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen bersama rombongan juga melakukan sosialisasi “Rukun dengan Teman” serta kampanye Sekolah Aman dan Nyaman yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem sekolah yang ramah, inklusif, dan berkarakter.

Masih di lokasi yang sama, Mendikdasmen RI meresmikan Revitalisasi Sekolah Jenjang SMP di Kabupaten Garut yang telah mencapai 100 persen. Peresmian ini menandai komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan menengah pertama guna mendukung proses pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan kunci utama kemajuan suatu bangsa dan daerah. Ia mencontohkan Korea Selatan yang dikenal dunia bukan hanya karena wilayahnya, tetapi karena karya dan kreativitas masyarakatnya, mulai dari K-Pop, drama Korea, hingga kuliner khas.
Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun tanpa ilmu dan keterampilan, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, generasi muda Garut harus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, terampil, dan berkepribadian unggul.
Mendikdasmen memperkenalkan konsep generasi 3H, yakni Head (berwawasan dan berilmu), Hand (terampil dan mampu berkarya), serta Heart (rendah hati, berakhlak mulia, dan berkepribadian utama). Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut harus dibangun melalui pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan secara konsisten hingga menjadi budaya.
Terkait penguatan karakter, Mendikdasmen menjelaskan bahwa 7 KAIH merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak Indonesia. Jika diterapkan secara berkelanjutan, pembiasaan tersebut akan tumbuh menjadi kebiasaan pribadi, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama, dan akhirnya membentuk karakter kolektif masyarakat yang unggul.
Dalam arahannya, Mendikdasmen juga menyinggung program Pagi Ceria yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Senam Anak Indonesia Hebat, dan doa bersama sebelum pembelajaran dimulai. Program ini telah diperkuat melalui edaran bersama tiga menteri, yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri.
Selain itu, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, sekolah-sekolah kembali diwajibkan melaksanakan upacara bendera minimal satu kali dalam sepekan sebagai upaya menumbuhkan nasionalisme dan karakter kebangsaan. Mendikdasmen juga mendorong pelibatan siswa secara bergiliran dalam memimpin lagu kebangsaan, senam, dan doa sebagai sarana melatih kepemimpinan dan tanggung jawab.
Agenda kunjungan kerja dilanjutkan pada pukul 10.00 WIB dengan peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1–5 Garut Kota yang dipusatkan di SD Muhammadiyah 4 Garut Kota, Jalan Bhakti No. 1279, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota. Peresmian dilakukan langsung oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., selaku Mendikdasmen RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Pada siang hari, sekitar pukul 13.10 WIB, Mendikdasmen melanjutkan agenda ke SMK Ciledug Al-Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu No. 2, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul. Di lokasi ini dilaksanakan peresmian revitalisasi satuan pendidikan Diksi PKPLK yang mencakup SMK, SLB, dan PKBM sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi serta layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan pendidikan masyarakat.
Kunjungan kerja Mendikdasmen RI di Kabupaten Garut ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, berkarakter, serta berorientasi pada penguatan sumber daya manusia dan kebutuhan masa depan peserta didik. ***Jajang Sukmana

































