GARUT — Sebanyak 31 program revitalisasi sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut mendapat respons langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. Peresmian revitalisasi tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Tarogong Kaler yang berlokasi di Jalan Raya Samarang No. 52, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (8/1/2026).
Kedatangan Mendikdasmen RI beserta rombongan disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., bersama Kepala Bidang SMP dan jajaran. Turut hadir pula Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga peresmian.
Sebelum agenda peresmian dimulai, kegiatan diawali dengan Senam Pagi Ceria di lapangan upacara SMPN 1 Tarogong Kaler. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.240 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta undangan. Senam Pagi Ceria meliputi Senam AIH, menyanyikan lagu Hari Baru, serta praktik 7 KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik.



Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen RI juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya hidup rukun dengan teman serta kampanye sekolah aman dan nyaman. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sekolah yang ramah anak, inklusif, dan berkarakter.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan tanda peresmian revitalisasi sekolah. Prosesi tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan Wakil Bupati Garut sebagai simbol komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan kunci utama kemajuan suatu bangsa dan daerah. Ia mencontohkan Korea Selatan yang dikenal dunia bukan hanya karena wilayahnya, tetapi karena karya dan kreativitas masyarakatnya, mulai dari K-Pop, drama Korea, hingga kuliner khas.

Menurutnya, Kabupaten Garut memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun tanpa ilmu dan keterampilan, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, generasi muda Garut harus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, terampil, dan berkepribadian unggul.
Mendikdasmen memperkenalkan konsep generasi 3H, yakni Head (berwawasan dan berilmu), Hand (terampil dan mampu berkarya), serta Heart (rendah hati, berakhlak mulia, dan berkepribadian utama). Ia menekankan bahwa ketiga aspek tersebut harus dibangun melalui pembiasaan-pembiasaan baik yang dilakukan secara konsisten hingga menjadi budaya.
Terkait penguatan karakter, Mendikdasmen menjelaskan bahwa 7 KAIH merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak Indonesia. Jika diterapkan secara berkelanjutan, pembiasaan tersebut akan tumbuh menjadi kebiasaan pribadi, kemudian berkembang menjadi gerakan bersama, dan akhirnya membentuk karakter kolektif masyarakat yang unggul.
Revitalisasi ini diharapkan mampu mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan menengah pertama di Kabupaten Garut secara berkelanjutan. ***Jajang Sukmana

































