Menuju Sekolah Masa Depan: Mengapa Program ‘HEBAT’ Garut Lebih dari Sekadar Slogan Lingkungan

0
108
Inar Suminarsih, S.Pd., M.Pd (Pengawas SMP Kabupaten Garut)

Oleh. Inar Suminarsih, S.Pd.,M.Pd (Pengawas SMP Kab. Garut)

 

Menuju Sekolah Masa Depan: Mengapa Program ‘HEBAT’ Garut Lebih dari Sekadar Slogan Lingkungan

Sekolah sering kali terjebak dalam rutinitas yang membuatnya terasa “biasa saja”. Di balik tembok kelas, isu perundungan (bullying), lingkungan yang gersang, hingga kurangnya perhatian terhadap kesehatan mental sering menjadi tantangan yang belum teratasi secara menyeluruh. Menanggapi realita ini, Kabupaten Garut memperkenalkan sebuah konsep transformatif melalui Program Sekolah HEBAT (Hejo, Bersih, Aman, Sehat). Ini bukan sekadar gerakan mempercantik fisik sekolah, melainkan sebuah desain besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang nyaman, aman, dan berkelanjutan.

1. HEJO – Transformasi Satu Siswa, Satu Tanaman

Komponen ‘HEJO’ (Hijau) dalam program ini melampaui sekadar menanam pohon. Melalui inisiatif “satu siswa satu tanaman” dan pembuatan apotek hidup, sekolah didorong untuk menjadi lembaga yang ramah ekologi (eco-school).

Pagi cerah mentari berseri, Burung bernyanyi di dahan cemara. Mari bangun Sekolah HEBAT negeri, Hejo, Bersih, Aman, Sehat jadi budaya bersama.

Inisiatif ini sangat krusial karena bertujuan untuk membangun karakter tanggung jawab dan etika ekologi sejak dini. Dengan merawat tanaman sendiri, siswa belajar mengenai disiplin dan gotong royong. Ini adalah cara konkret untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekolah.

2. BERSIH – Disiplin melalui Tata Kelola Lingkungan

Aspek ‘BERSIH’ adalah fondasi dari martabat sebuah lembaga pendidikan. Fokusnya tidak hanya pada ketiadaan kotoran, tetapi pada pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan rutin seperti Jumat Bersih dan piket kelas terjadwal.

Program ini mendorong sekolah untuk memiliki manajemen sampah yang terpilah (bank sampah) serta memastikan fasilitas sanitasi seperti toilet dalam kondisi bersih dan layak. Secara substantif, komponen ini bertujuan mengubah perilaku reaktif menjadi proaktif; kebersihan bukan lagi soal “membersihkan”, melainkan “menjaga” agar tidak kotor, yang secara otomatis mengasah nilai disiplin dan kepedulian sosial warga sekolah.

3. AMAN – Keamanan yang Melampaui Pagar Fisik

Keamanan di lingkungan sekolah sering kali hanya dikaitkan dengan kehadiran satpam atau pagar yang tinggi. Namun, dalam Program HEBAT, komponen ‘AMAN’ difokuskan pada aspek psikososial melalui penguatan sekolah ramah anak dan gerakan anti-perundungan.

Keamanan sejati tercapai ketika setiap warga sekolah merasa terlindungi secara emosional. Fokus pada nilai empati, toleransi, dan saling menghargai menciptakan iklim belajar yang bebas dari kekerasan. Selain itu, aspek keamanan fisik tetap diperkuat melalui penyusunan SOP keselamatan dan simulasi kebencanaan yang bekerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), memastikan sekolah siap menghadapi risiko tak terduga dengan tenang dan terukur.

4. SEHAT – Harmoni Antara Jasmani dan Kesehatan Mental

Program ini membawa pendekatan inovatif dengan menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental secara sejajar. Berbeda dengan program UKS tradisional yang seringkali hanya bersifat kuratif, Sekolah HEBAT mengintegrasikan edukasi gizi, gerakan makan sehat, dan yang paling krusial: edukasi kesehatan mental.

Inovasi ini lahir dari pemahaman bahwa prestasi akademik tidak dapat dipisahkan dari kondisi tubuh yang bugar dan pikiran yang tenang. Dengan memperhatikan keseimbangan antara nutrisi fisik dan ketahanan mental, sekolah membantu peserta didik mencapai kesadaran diri (self-awareness) yang kuat, memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di tengah tekanan zaman.

Peran Pengawas Sebagai ‘Penjamin Mutu’ dan ‘Konektor’

Satu hal yang membedakan Program HEBAT adalah reposisi peran pengawas sekolah. Pengawas tidak lagi hanya berurusan dengan tumpukan dokumen administratif, melainkan bertindak sebagai Penjamin Mutu (Quality Assurance) yang memastikan nilai-nilai HEBAT terintegrasi secara formal ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).

• Konektor & Kolaborator: Pengawas menjembatani sekolah dengan instansi strategis seperti Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepolisian, hingga BPBD. Kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci keberlanjutan; pengawas memastikan sekolah tidak berjuang sendirian.

• Motivator: Pengawas melakukan supervisi akademik yang mengapresiasi praktik baik, memicu semangat kepala sekolah dan guru agar konsisten menjadikan program ini sebagai jati diri sekolah, bukan sekadar kewajiban administratif sesaat.

Mengubah Mindset dari ‘Program’ Menjadi ‘Budaya’

Agar inisiatif ini tidak menjadi kegiatan seremonial, Program HEBAT diintegrasikan ke dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) /Delapan Dimensi Profil Lulusan. 

Pelaksanaannya menggunakan model pembelajaran modern yang mengubah posisi siswa menjadi “peneliti” bagi lingkungannya sendiri:

• Project Based Learning (PjBL):Siswa mengerjakan proyek nyata untuk memecahkan masalah lingkungan di sekolah.

• Discovery Learning: Siswa mengeksplorasi dan menemukan sendiri konsep pentingnya ekosistem yang sehat.

• Inquiry Learning: Siswa secara aktif mengajukan pertanyaan dan melakukan penyelidikan terhadap fenomena kebersihan dan keamanan di sekitar mereka.

Melalui model ini, terjadi perubahan mindset yang permanen. Siswa tidak lagi sekadar patuh pada aturan, melainkan memahami “mengapa” perilaku HEBAT itu perlu, sehingga hal tersebut menjadi identitas dan budaya sekolah yang melekat.

Penutup: Tantangan untuk Masa Depan Pendidikan

Program Sekolah HEBAT adalah cetak biru bagi reformasi pendidikan yang menyentuh akar karakter. Keberhasilannya bergantung pada sinergi yang kuat antara pengawal mutu, pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan ruang tumbuh kembang yang manusiawi bagi generasi masa depan.

Pergi ke taman menanam melati, Melati tumbuh harum baunya. Sekolah HEBAT jadi jati diri, Pengawas mengawal mutu dan budayanya.

Jika sekolah benar-benar mampu bertransformasi menjadi ruang yang HEBAT, mampukah kita semua mendukung sinergi ini demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter dan peduli pada lingkungannya? (*)