Musda V KKG PAI Kabupaten Garut Periode 2026–2030

0
209

GARUT — Sebanyak 100 peserta perwakilan dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) V Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Garut periode 2026–2030. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (10/1/2026).

Musda V KKG PAI Kabupaten Garut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, S.Pd., M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Garut, Ketua PGRI Kabupaten Garut, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kabid SD, Ai Sadidah, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musda V KKG PAI Kabupaten Garut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari sinergi antara Dinas Pendidikan dengan kelompok kerja guru PAI.

Bendahara KKG PAI, Nani Suryani, S.Ag., Ketua KKG PAI Kabupaten Garut, Asep Rohman Ruskandi, S.Pd.I., Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., dan Kabid SD Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, S.Pd., M.Si.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musda V KKG PAI Kabupaten Garut. Mudah-mudahan melalui musyawarah ini dapat melahirkan program-program yang inovatif dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia guru, yang selaras dengan peningkatan kualitas peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., menilai Musda merupakan langkah strategis bagi keberlangsungan organisasi profesi guru, khususnya KKG PAI. Ia menegaskan pentingnya kaderisasi dan kesinambungan kepemimpinan dalam organisasi.

“Musda ini menjadi teladan yang baik bagi organisasi guru lainnya. Estafet kepengurusan harus berjalan secara alamiah sebagai bentuk pembelajaran bersama bahwa organisasi harus terus hidup melalui kaderisasi,” katanya.

Pagar Ayu Musda V KKG PAI SD Kab.Garut Rina Supartini, S.Pd.I dari KKG PAI Cilawu GPAI SDN 1 Dawungsari
Sopi Granawulan, S.Pd.I dari KKG PAI Cibiuk GPAI SDN 1 Lingkungpasir dan Nely Lisnawati, S.Pd.I dari KKG PAI Kec. Tarogong Kidul GPAI SDN 1 Mekargalih.

Ia juga menegaskan bahwa guru PAI dan organisasinya merupakan bagian integral dari PGRI sebagai induk organisasi guru. “Tidak ada dikotomi antara guru SD, SMP, maupun guru mata pelajaran agama. Semuanya bagian dari PGRI. KKG PAI merupakan aset strategis yang dapat saling menguatkan dengan PGRI,” pungkasnya.

Ketua KKG PAI Kabupaten Garut Masa Bakti IV, Asep Rohman Ruskandi, S.Pd.I., yang juga menjabat Ketua KKG PAI Provinsi Jawa Barat, menyampaikan laporan dan refleksi kepengurusan. Ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan anggota KKG PAI yang telah menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan.

“KKG PAI bukan hanya wadah organisasi profesi, tetapi juga media perjuangan dakwah dalam mendidik generasi berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Asep Rohman juga menyoroti salah satu program unggulan KKG PAI Kabupaten Garut, yakni Pentas Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana strategis dalam mengembangkan potensi, bakat, minat, serta karakter religius peserta didik.

“Melalui Pentas PAI, peserta didik tidak hanya diasah secara akademik, tetapi juga diperkuat secara spiritual, berakhlak mulia, dan percaya diri dalam menampilkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap Musda V ini dapat menjadi momentum evaluasi dan perumusan langkah strategis ke depan, serta melahirkan kepemimpinan yang amanah dan program-program inovatif demi kemajuan KKG PAI Kabupaten Garut.

“Estafet kepemimpinan adalah sunnatullah. Kepengurusan yang akan datang diharapkan mampu melanjutkan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan agar semakin berkualitas dan berdampak luas,” pungkasnya.

Musda V KKG PAI Kabupaten Garut Tahun 2026 diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Garut. ***Jajang Sukmana