GARUT – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Oryzha Latisha Damara, siswi kelas 4 SDN 3 Pakuwon, Kecamatan Garut Kota. Oryzha berhasil meraih tiga kategori lomba dan memboyong lima medali pada ajang Festival Akuatik Indonesia (FAI) Kota Cimahi Cup 2025, Kejuaraan Renang Antar Pelajar se-Jawa Barat yang digelar pada 15–16 November 2025 di Pandiga Educreation Sport.
Pada kompetisi tersebut, Oryzha tampil gemilang dan meraih prestasi sebagai berikut:
- Juara 1 – 25 Meter Papan Kaki Bebas
- Juara 1 – 25 Meter Papan Kaki Dada
- Juara 1 – 25 Meter Papan Kaki Bebas Fins
- Juara 2 – 25 Meter Gaya Bebas Fins
- Juara 2 – 25 Meter Gaya Kupu Fins
- Juara 3 – 25 Meter Gaya Bebas

Penghargaan atas prestasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala SDN 3 Pakuwon, Hartinah, S.Pd., melalui penyerahan piagam dan pengalungan medali kepada Oryzha di hadapan peserta upacara pada Senin pagi (18/11/2025) di lingkungan sekolah, Jl. Mawar No. 16, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota.
Hartinah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian Oryzha yang telah mengharumkan nama sekolah. “Terima kasih kepada Oryzha khususnya, serta seluruh siswa, guru, dan orang tua yang senantiasa mendukung setiap kegiatan dan kejuaraan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengembangkan potensi peserta didik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hartinah berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk lebih percaya diri dan berani berprestasi di bidang apa pun yang diminati.
Selain mengapresiasi prestasi Oryzha, Hartinah juga mengingatkan seluruh guru dan siswa untuk terus menjaga kedisiplinan, kesehatan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di sekolah. Ia menegaskan pentingnya program pembiasaan seperti “embun pagi”, penyambutan kedatangan siswa, pemeriksaan kebersihan diri—termasuk kebersihan kuku—serta pelaksanaan salat duha berjamaah.
Menurutnya, pembiasaan sederhana namun konsisten ini merupakan bagian dari pembentukan karakter peserta didik secara holistik. “Kami percaya bahwa karakter yang baik lahir dari kebiasaan positif yang ditanamkan sejak dini. Prestasi akademik dan nonakademik harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan kedisiplinan,” tutup Hartinah. ***Jajang Sukmana




































