PGRI Kabupaten Garut Gelar Seminar Pendidikan Nasional “Temu 1.000 Guru” Tahun 2025

0
345

GARUT – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Temu 1.000 Guru” di Auditorium IAI Persis Garut, Jl. Aruji Kartawinata, Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Sekjen PB PGRI, Dr. H. Dudung Abdul Qodir, M.Pd., sebagai narasumber utama.

Mengusung semangat besar Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), kegiatan ini diikuti lebih dari 1.100 peserta terdiri dari guru TK, SD, SMP, SMA/SMK, kepala sekolah, pengawas, serta para pengurus PGRI dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Garut.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Garut. Ia
memberikan apresiasi mendalam kepada PGRI Kabupaten Garut:

Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si.

“Mengumpulkan lebih dari seribu guru bukan hal mudah. Terima kasih kepada pengurus PGRI yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan luar biasa ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan membawa kemudahan bagi upaya memajukan pendidikan di Garut,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Gerakan 7 KAIH sejalan dengan program prioritas Pemda Garut terkait pendidikan karakter, di antaranya: Program Sekolah Hebat (Hejo Bersih dan Sehat) – Kolaborasi lintas OPD seperti Dinas Kesehatan, DLH, Disdik, dan lainnya.

Kadisdik menekankan pentingnya guru menjadi teladan. Menurutnya, program 7 KAIH hanya akan berhasil bila guru menjadi contoh. “Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan lewat lisan, tetapi harus dipraktikkan oleh para pendidik setiap hari.”

Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sejarah baru bagi PGRI Garut karena pertama kalinya mampu mengumpulkan lebih dari seribu guru dalam satu forum besar. “Semoga selepas kegiatan ini, semua peserta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi murid, sekolah, dan masyarakat.”

Encep menguraikan bahwa Gerakan 7 KAIH—bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cukup—dirancang untuk menumbuhkan generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter. “Ini bukan sekadar program, tetapi langkah strategis menuju generasi emas 2045. Kita sebagai pendidik punya tanggung jawab moral untuk menyukseskannya,” tegasnya.

Encep menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Garut atas dukungan, termasuk dispensasi kegiatan bagi guru. “Apalah arti acara besar ini tanpa kebersamaan guru-guru Garut. Terima kasih atas izin dan dukungan sehingga kegiatan berjalan lancar.”

Sementara Ketua Pelaksana, Waka II, Asep Kurnia, S.Pd., menyampaikan tiga tujuan utama kegiatan:

  • Meningkatkan pemahaman pendidik tentang urgensi pendidikan karakter melalui Gerakan 7 KAIH
  • Memotivasi pemangku kepentingan untuk mendukung pelaksanaan pembiasaan karakter di satuan pendidikan
  • Memperkuat sinergi antara pemerintah, PGRI, dan masyarakat pendidikan dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik. ***Jajang Sukmara