Ribuan Guru Padati SOR R.A.A. Adiwijaya, Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 Kabupaten Garut

0
133

GARUT — Ribuan guru dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut memadati kawasan SOR R.A.A. Adiwijaya Ciateul, Sabtu (22/11/2025), untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tiga fase peringatan besar PGRI Garut tahun 2025.

Jargon acara yang dikumandangkan PGRI Kabupaten Garut menegaskan semangat kebersamaan dan profesionalisme guru:
“Olahraga adalah bahasa universal yang dapat menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Melalui jalan sehat HUT ke-80 PGRI dan HGN 2025 kita bertekad, silaturahmi makin erat, dedikasi makin meningkat, marwah guru makin bermartabat, organisasi PGRI makin kuat, dinas pendidikan makin bermanfaat untuk wujudkan Garut yang makin hebat.”

Jalan sehat dibuka secara resmi oleh Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU, yang didampingi Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., dengan pengibaran bendera start.

Dalam laporannya, Encep Suherman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan fase kedua setelah sebelumnya PGRI Garut sukses mengumpulkan 1.000 guru pada kegiatan di Auditorium IAI Garut.

“Hari ini lebih dari 6.000 guru hadir dari Malangbong hingga Talegong. Atas nama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Garut, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan beliau,” ujar Encep.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus cabang, ranting, serta mitra PGRI seperti Bank BJB, BPR, dan para sponsor lainnya yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Encep menegaskan bahwa esensi jalan sehat bukan semata kompetisi, melainkan memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan soliditas sesama guru di Kabupaten Garut.

Beragam hadiah disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari sepeda motor, televisi, hingga doorprize lainnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru atas dedikasi dalam mencerdaskan masyarakat Garut.

“Guru hebat Indonesia sejatinya bersumber dari peran dan fungsi guru itu sendiri. Guru harus terus meng-upgrade diri mengikuti perkembangan zaman, termasuk memahami teknologi. Namun ingat, teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru. Teknologi hanya alat. Ketulusan, keikhlasan, dan cara kita menyayangi anak-anak itulah yang menjadi modal dasar seorang guru,” ungkap Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa dirinya pun berasal dari dunia pendidikan sehingga memahami betul dinamika seorang guru serta kebahagiaan ketika melihat murid-murid berhasil.

Menutup sambutannya, Bupati berharap para guru terus meningkatkan dedikasi dan kontribusi untuk menjadikan Garut serta Indonesia semakin maju dan kuat melalui pendidikan yang bermutu. ***Jajang Sukmana