Siraman Sambut Ramadan dan “Paturay Tineung” Kepala SDN 4 Cimuncang, Pendi, S.Pd.

0
78

GARUT – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kegiatan siraman dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang dirangkaikan dengan acara paturay tineung (perpisahan) Kepala SDN 4 Cimuncang, Pendi, S.Pd., Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan yang dihadiri siswa, sebagian orang tua, kepala sekolah, serta dewan guru ini menjadi momentum penuh makna. Selain sebagai ajang saling memaafkan menjelang Ramadan, acara tersebut juga menjadi momen penghormatan atas purna bakti Pendi, S.Pd., yang telah mengabdikan diri memimpin SDN 4 Cimuncang.

“Selamat memasuki masa purna bakti. Terima kasih atas dedikasi, bimbingan, dan inspirasi yang telah diberikan selama ini,” ungkap Asep, perwakilan guru dalam sambutannya. Doa dan harapan turut dipanjatkan agar pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah serta membawa keberkahan.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Pengawas Sekolah Garut Kota, Pudin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pentingnya momentum Ramadan sebagai ajang saling memaafkan serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari keluarga.

“Pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab sekolah. Anak bisa menggunakan pakaian dengan baik, memiliki sopan santun, itu semua hasil pendidikan. Keberhasilan pendidikan terlihat dari rasa tanggung jawab dalam belajar dan kesadaran untuk masa depannya. Jangan melihat latar belakang orang tua, tetapi lihat semangat belajar anak untuk masa depan,” ujar Pudin. Ia pun memohon kepada para orang tua untuk terus memberi semangat kepada anak-anaknya agar rajin belajar dan memiliki cita-cita yang kuat.

Selain itu, Pudin juga menyampaikan informasi terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, TKA bertujuan untuk melihat sejauh mana hasil belajar siswa sekaligus mengukur efektivitas pembelajaran guru. Pelaksanaannya diawasi oleh sekolah lain serta dipantau langsung oleh kementerian melalui gawai pengawas.

“Untuk materi yang diujikan dalam TKA, pada hari pertama peserta mengerjakan soal Bahasa Indonesia dengan penguatan literasi serta mengikuti survei karakter. Sementara itu, pada hari kedua dilaksanakan ujian Matematika dengan penguatan numerasi dan pengisian Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar),” terangnya.

Kepada para guru, ia menitipkan pesan agar senantiasa menerapkan tiga prinsip pembelajaran mendalam, yakni pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dalam setiap proses belajar mengajar.

Menjelang Ramadan, Pudin juga mengingatkan tentang dimensi ibadah puasa yang tidak hanya bersifat ruhiah (spiritual), tetapi juga jasmaniah dan maliyah, sehingga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih baik.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pendi, S.Pd. atas pengabdian yang telah diberikan. “Terima kasih kepada Pak Pendi yang telah mengabdikan diri. Mudah-mudahan sekolah ini ke depan semakin maju dan pengabdian beliau menjadi amal ibadah dan kebaikan,” tuturnya.

Kegiatan diisi dengan tausiyah, pembacaan puisi, rampak sekar, pemberian cinderamata, ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman sebagai simbol kebersamaan serta kesiapan menyambut datangnya bulan penuh berkah.

“Selamat datang bulan penuh berkah. Semoga Ramadan ini membawa kedamaian, keberkahan, dan kebahagiaan dalam hidup kita,” menjadi pesan penutup yang menguatkan semangat seluruh warga sekolah. ***Jajang Sukmana