Tahun Baru & Semangat Kinerja Baru

0
49

Oleh: Enang CuhendiPengawas Sekolah.

Pergantian tahun selalu membawa suasana yang khas. Ada rasa syukur karena masih diberi kesempatan melanjutkan hidup, ada pula ruang hening untuk merenungkan perjalanan yang sudah dilalui. Bagi insan pendidikan—guru, kepala sekolah, pengawas, dan penggerak literasi—tahun baru tidak hanya mengenai pesta atau hitung mundur.

Tahun baru menjadi momen untuk menata kembali niat, memperbarui semangat, dan meneguhkan komitmen pada mutu pendidikan.

Tahun Baru sebagai Ruang Refleksi
Di dunia pendidikan, refleksi adalah bagian dari proses belajar itu sendiri. Melalui refleksi, kita melihat kembali langkah yang telah ditempuh: mana yang berhasil, mana yang masih perlu diperbaiki. Refleksi tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memahami proses agar kita bisa melangkah lebih baik.

Peter Drucker pernah mengatakan, “What gets measured gets managed.” Kalimat ini mengingatkan kita bahwa evaluasi yang jujur dan sederhana sangat membantu dalam memperbaiki kinerja. Di sekolah, refleksi bisa hadir dalam bentuk diskusi kecil antar guru, evaluasi program, atau sekadar mencatat pelajaran yang kita peroleh sepanjang tahun.

Dalam perspektif iman, refleksi juga mengingatkan kita pada pentingnya muhasabah. Bahwa setiap amal, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban. Di situlah tahun baru memberi makna spiritual: kita diajak memperbarui niat agar pekerjaan kita tetap berlandaskan keikhlasan dan kemaslahatan.

Makna Tahun Baru bagi Dunia Pendidikan
Tahun baru selalu memberi harapan. Bagi dunia pendidikan, harapan itu menyangkut masa depan manusia. Kita bekerja untuk membentuk karakter, menumbuhkan akal budi, dan menyiapkan generasi mendatang.

Ada tiga makna yang dapat dihayati.
Pertama, pembaruan niat dan komitmen moral. Mengajar bukan sekadar profesi. Di dalamnya ada amanah. Sebuah ungkapan bijak menyebut, “Mengajar itu menyentuh kehidupan selamanya.” Tugas pendidikan selalu berkaitan dengan kemanusiaan.

Kedua, penguatan mutu layanan pendidikan. Perubahan zaman berjalan cepat. John C. Maxwell mengingatkan, “Change is inevitable. Growth is optional.” Artinya, setiap perubahan membutuhkan kesiapan untuk bertumbuh. Mutu pembelajaran, tata kelola sekolah, hingga layanan kepada peserta didik perlu terus ditingkatkan secara bertahap dan realistis.

Ketiga, optimisme yang berpijak pada kolaborasi. Dunia pendidikan tidak bergerak sendiri. Kolaborasi antar guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci. Optimisme akan terasa lebih nyata ketika dijalani bersama.

Semangat Kinerja Baru: Menjadi Nyata dalam Praktik Sehari-hari
Semangat kinerja baru tidak harus hadir dalam jargon besar. Ia dapat tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus.

Guru dan tenaga kependidikan dapat memulainya dengan menetapkan tujuan kerja yang sederhana namun jelas: memperbaiki perencanaan pembelajaran, menguatkan literasi peserta didik, atau membangun budaya sekolah yang lebih ramah dan inklusif.

Selain itu, kolaborasi perlu dipelihara. Forum diskusi pembelajaran, saling memberi umpan balik, atau berbagi praktik baik akan membantu meningkatkan kualitas secara bersama-sama.

Teknologi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu. Yang penting, penggunaannya tetap memuliakan manusia bukan sekadar mengejar tren.

Dalam semua itu, keseimbangan diri tetap penting. Pendidikan adalah kerja hati. Guru dan tenaga kependidikan juga manusia yang perlu ruang untuk beristirahat, bersyukur, dan menata batin. Sabda Nabi Muhammad SAW mengingatkan,
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Nilai ini menjadi sumber energi moral bagi kerja pendidikan.

Menyongsong 2026 dengan Harapan yang Membumi
Tahun baru 2026 dapat kita sambut dengan harapan yang membumi. Tidak harus ramai dengan resolusi. Cukup dengan komitmen untuk memperbaiki diri sedikit demi sedikit, serta menjaga keikhlasan dalam bekerja.
Nelson Mandela pernah berkata, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world.” Pendidikan memang tidak selalu menghasilkan perubahan yang cepat. Namun, dari ruang kelas yang sederhana, masa depan bangsa perlahan dibangun.

Semoga tahun baru ini menghadirkan keberkahan, kesehatan, dan kekuatan bagi seluruh insan pendidikan. Dengan semangat kinerja baru, kita melangkah bersama menjaga marwah profesi, memuliakan peserta didik, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Selamat Tahun Baru 2026! (*)