100 Siswa Ikuti Gerakan “Ayo Membaca” Bersama Komunitas Jendela Dunia Kita di Garut

0
358

GARUT — Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari 80 siswa SDIT Atikah Musaddad dan 20 siswa SMP IT Al Wasilah Intelegensia mengikuti gerakan literasi bertajuk “Ayo Membaca” yang digagas Komunitas Jendela Dunia Kita. Kegiatan tersebut berlangsung di SMP IT Al Wasilah Intelegensia, Jl. Cipanas Baru No. 121, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan literasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Rustini Muhaimin Iskandar (Pendamping Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia sekaligus Pembina Komunitas Jendela Dunia Kita), Imas Aan Ubudiah (Anggota Komisi VI DPR RI), Miftahul Jannah (Ketua Komunitas Jendela Dunia Kita), serta Gitalis Dwi Natariana (Pengurus DPP Perempuan Bangsa sekaligus Pengurus DPW PKB Jawa Barat).

Turut hadir para tutor dan tim Komunitas Jendela Dunia Kita, pengurus Perempuan Bangsa Kabupaten Garut, Ketua Yayasan Luhur Al-Wasilah, para kepala sekolah, yakni Kepala SMP IT Al-Wasilah Intelegensia, Kepala SDIT Atikah Musaddad, serta Kepala SDIT Assalam yang juga merupakan pengurus PKB.

Ketua Yayasan Luhur Al-Wasilah, Hj. Anis Afifah, Lc., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas kehadiran Komunitas Jendela Dunia Kita di lingkungan sekolah dibawah naungan Yayasan Luhur Al-Wasilah.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Komunitas Jendela Dunia Kita. Kegiatan ini menjadi motivasi luar biasa bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan melalui budaya membaca,” ujar Hj. Anis Afifah.

Gerakan “Ayo Membaca” dikemas secara menarik melalui dongeng dan cerita inspiratif tentang cinta ilmu dan kegemaran membaca buku. Metode tersebut membuat para siswa antusias dan terlibat aktif sepanjang kegiatan berlangsung.

Terlihat seluruh siswa dengan penuh semangat membaca buku pilihan mereka masing-masing. Bahkan, beberapa siswa diminta untuk menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca sebagai bentuk penguatan pemahaman dan keberanian berekspresi.

Ketua Komunitas Jendela Dunia Kita, Miftahul Jannah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam menanamkan budaya literasi sejak usia dini.

“Membaca adalah jendela dunia. Kami ingin anak-anak mencintai buku dengan cara yang menyenangkan, sehingga membaca bukan menjadi beban, melainkan kebutuhan dan kebiasaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat literasi terus tumbuh dan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. ***Jajang Sukmana