Catatan Kritis Geopolitik Dunia: ‘Ketika Manusia Lupa Siapa Pemilik Bumi”

0
145

Oleh: Rahayu, M.Pd.

Hari ini kita melihat dunia…
Penuh dengan konflik…
Penuh dengan ketegangan…
Kita menyaksikan bagaimana negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Iran, dan Israel
Saling berhadapan…
Dan kita bertanya…
“Ini perang agama… atau apa?”

Kalau ini benar perang agama…
Mengapa agama yang mengajarkan kasih sayang…
Berubah menjadi alasan untuk saling menghancurkan?
Kalau ini benar karena Tuhan…
Mengapa yang hancur justru manusia?
Anak-anak kehilangan ayahnya…
Ibu kehilangan anaknya…
Rumah hancur…
Tangisan di mana-mana…
Apakah itu yang Tuhan inginkan?

Jujur kita harus mengatakan…
Ini bukan semata-mata perang agama…
Ini adalah perang kepentingan
Perang kekuasaan
Perang ego manusia
Manusia berebut tanah…
Padahal tanah itu… bukan miliknya…
Manusia berebut dunia…
Padahal dunia ini… milik Allah…

Ingatlah kisah awal manusia…
Kisah dua anak Nabi Adam
Yaitu Habil dan Qabil
Ketika Qabil membunuh saudaranya sendiri…
Itulah pertama kali darah manusia tumpah di bumi…
Bukan karena kekurangan agama…
Bukan karena tidak mengenal Tuhan…
Tetapi karena iri… ego… dan nafsu
Dan hari ini…
Kita hanya mengulang kisah itu…
Dengan senjata yang lebih besar…
Dengan kehancuran yang lebih luas…

Masalah terbesar manusia hari ini bukan tidak beragama…
Tapi…
tidak memahami agamanya…
Kita sholat…
Tapi hati kita masih penuh kebencian…
Kita menyebut nama Tuhan…
Tapi masih ingin menang sendiri…
Kita berbicara tentang surga…
Tapi menciptakan neraka di bumi…

Di mana letak iman kita…
Jika melihat penderitaan… tapi hati tidak bergetar?

Seandainya manusia sadar…
Bahwa bumi ini bukan miliknya…
Bahwa kita hanya titipan…
Bahwa kita hanya akan kembali kepada Allah…
Maka tidak akan ada perang…
Yang ada…
Adalah saling menjaga…
Saling mencintai…
Saling menguatkan…

Jangan-jangan…
Masalah dunia hari ini… bukan pada politik…
Tapi karena manusia…
Sudah tidak lagi menghadirkan Tuhan dalam hatinya…
Mari kita mulai dari diri kita…
Jangan bawa kebencian…
Jangan mudah menyalahkan…
Jangan jadikan agama sebagai alat untuk membenci…
Karena…
Allah tidak butuh dibela dengan kebencian…
Tapi dihadirkan dengan kasih sayang…

Ya Allah…
Jika dunia ini penuh dengan pertikaian…
Jangan jadikan hati kami bagian dari kebencian itu…
Jadikan kami…
penyejuk di tengah panasnya konflik…
Jadikan kami…
penyatu di tengah perpecahan…
Dan jangan Engkau cabut rasa kasih dari hati kami…
Walaupun dunia sedang kehilangan arah…
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin. (*)