Garut, 4 Mei 2026 — Bagi M. Mirza Etnisa, gelar doktor yang kini disandang bukan sekadar simbol akademik, melainkan wujud nyata dari amanah yang berhasil ia tunaikan. Lahir di Garut pada 22 Januari 1995, Mirza tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan dan pengabdian.
Ia merupakan cucu dari H. Obos Achmad Basyah, sosok legendaris di dunia pendidikan Kabupaten Garut. Dari garis keluarga inilah, semangat intelektual dan dedikasi terhadap dunia pendidikan tertanam kuat sejak dini.
Perjalanan akademiknya mencerminkan ketekunan sekaligus dedikasi luar biasa. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro di Universitas Garut, Mirza melanjutkan studi ke Universitas Indonesia hingga meraih gelar Magister dan akhirnya Doktor.
Amanah di Balik Keteguhan Hati
Perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Empat tahun silam, ia menghadapi ujian berat ketika sang ayah, Dede Budiansyah, berpulang. Di tengah duka mendalam, Mirza justru semakin teguh memegang pesan terakhir ayahnya: agar ia menuntaskan pendidikan hingga jenjang doktor demi ilmu yang bermanfaat.
Sebelum kembali ke dunia akademik, Mirza sempat meniti karier selama lima tahun di Telkomsel. Namun, panggilan untuk mengabdi di dunia pendidikan membawanya pulang ke almamater, Universitas Garut, sebagai dosen tetap.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Drs. H. Muchtar, yang menyebut Mirza sebagai satu-satunya doktor teknik di UNIGA yang merupakan lulusan murni S1 dari kampus tersebut—sebuah capaian monumental yang memperkuat posisi akademik universitas.
Inovasi Masa Depan: AI untuk Kendaraan Otonom
Dalam perjalanan akademiknya, Mirza juga mendapat dukungan dan motivasi dari pamannya, Dr. Budi Suhardiman, yang mengenalnya sebagai sosok cerdas, cepat berpikir, dan tanggap, khususnya di bidang teknik.
Puncak perjuangannya ditandai dengan keberhasilan mempertahankan disertasi doktoral di Universitas Indonesia, dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan.
Dalam penelitiannya, Mirza mengangkat tema masa depan transportasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dengan judul disertasi: “Pengembangan Metode Deteksi Objek Berbasis Super Resolusi pada Kendaraan Otonom.”
Penelitian tersebut berfokus pada:
- Pengembangan teknologi kendaraan otonom tanpa pengemudi melalui integrasi sensor canggih
- Penerapan metode super resolusi untuk meningkatkan kualitas data visual
- Sistem deteksi objek yang tetap akurat meski dalam kondisi visual terbatas
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam pengembangan teknologi transportasi cerdas di masa depan.
Simbol Kebangkitan Akademik
Keberhasilan Mirza merupakan buah dari prinsip hidup sederhana dan perjuangan panjang yang sarat tantangan. Dengan iringan doa sang ibu, Dudah Mahmudah, ia kini berdiri sebagai doktor muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga rendah hati.
Capaian ini bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan juga menjadi simbol kebangkitan akademik bagi Universitas Garut serta harapan baru bagi kemajuan teknologi bangsa.
Sebuah amanah telah dituntaskan. Kini, pengabdian yang lebih besar telah menanti. (BSH)






























