Disdik Garut Gelar Pembinaan PAUD HI, Bahas Penyusunan Rencana Aksi Daerah

0
16

GARUT – Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Pengembangan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif (PAUD HI) di Aula SMA Al-Musaddadiyah, Jl. Mayor Syamsu No. 2-B, Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) PAUD HI” sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Iyan Sopiyan, S.IP. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat serta Bidang Hukum Pemerintah Kabupaten Garut.

Peserta kegiatan merupakan perwakilan dari berbagai instansi dan organisasi terkait, di antaranya DPPKBPPA, Dinas Kesehatan, Diskominfo, Disdukcapil, DPMD, Dinas Sosial, Bappeda, pengawas dan pendamping sekolah TK, penilik PAUD, organisasi IGTKI, HIMPAUDI, PKG, serta seluruh Pokja Bunda PAUD Kabupaten Garut.

Mewakili Kepala Bidang, Kepala Seksi PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Awat Setiawati, S.Pd., M.Si., mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal dalam penyusunan regulasi di bidang PAUD melalui Peraturan Bupati.

“Kenapa pesertanya berasal dari berbagai dinas? Karena PAUD memerlukan kerja sama dan kolaborasi lintas sektor. Hari ini kita menyusun Rencana Aksi Daerah PAUD HI yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan Peraturan Bupati,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah disusun, RAD PAUD HI tersebut akan disosialisasikan kepada masyarakat agar implementasi layanan PAUD di Kabupaten Garut semakin baik dan terarah.

Dr. Budi Suhardiman, M.Pd.

Sementara itu, Dr. Budi Suhardiman, M.Pd., dari Pokja PAUD Kabupaten Garut bidang perencanaan dan pengembangan program menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk masa depan pembangunan sumber daya manusia di Garut.

Menurutnya, anak usia dini saat ini merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan memasuki usia sekitar 25 tahun, sehingga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. .“Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif harus terus diperkuat. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penguatan regulasi, pemahaman tentang hakikat PAUD bagi para pengelola, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, partisipasi semua unsur, serta peningkatan anggaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya alokasi anggaran untuk PAUD di Kabupaten Garut yang saat ini baru sekitar 3,02 persen. “Ini menjadi perhatian kita bersama agar ke depan dukungan anggaran terhadap PAUD dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Budi yang juga menjabat sebagai Ketua AKSI serta pengurus Pokja PAUD Kabupaten Garut berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti secara konkret sehingga kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Garut terus meningkat. ***Jajang Sukmana