GARUT – SDIT Alam Garut (SAGa) kembali mencetak generasi Qur’ani melalui Wisuda Tahfidz Juz 29 dan 30 yang digelar di Masjid Al-Khoir, lingkungan sekolah di Jl. Gordah No. 21, Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program Gema Ramadan tahun ini.
Sebanyak 21 siswa mengikuti wisuda tahfidz, terdiri dari 19 siswa penghafal juz 30 dan 2 siswa penghafal juz 29. Para siswa tersebut telah melalui proses pembinaan dan seleksi dalam program tahfidz Al-Qur’an di sekolah.
Acara dibuka oleh Pengawas Bina, Ida Siti Farida, M.Pd., dan dihadiri Kepala SDIT Alam Garut, Hj. Maharani Purnamasari, SE., S.Pd., dewan guru, orang tua siswa, serta seluruh siswa SAGa.
Kepala SDIT Alam Garut, Hj. Maharani Purnamasari, menyampaikan bahwa wisuda tahfidz merupakan bagian dari rangkaian Gema Ramadan, program tahunan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus menanamkan kepedulian sosial.
“Rangkaian Gema Ramadan diawali tarhib Ramadan, dilanjutkan Pesantren Ramadan yang diperkuat melalui halaqah Al-Qur’an, baik tahfidz maupun tahsin. Selain itu ada program SAGa Peduli berupa pengumpulan sedekah dan infak dari orang tua yang disalurkan kepada masyarakat dan staf sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan sosial lainnya adalah SaSaKaLa (Sayuran SAGa Kejar Pahala) dengan membagikan 1.000 ikat sayuran kepada masyarakat sekitar dari donasi orang tua siswa.
Menurut Maharani, proses menjadi penghafal Al-Qur’an memerlukan kesungguhan dan latihan yang konsisten. “Kami berharap sekolah ini terus melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang dapat menginspirasi siswa lainnya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Bina, Ida Siti Farida, M.Pd., mengapresiasi komitmen sekolah dalam membina karakter siswa melalui pendidikan Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya bagi hati dan pikiran.
“Jika kita merasa gelisah, healing terbaik adalah kembali kepada Al-Qur’an. Interaksi dengan Al-Qur’an dapat dilakukan melalui tilawah, memahami maknanya, mentadabburi, dan menghafalnya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua. Menurutnya, hafalan yang ditanamkan sejak kecil akan melekat kuat hingga dewasa.
Selain wisuda tahfidz, rangkaian Gema Ramadan SDIT Alam Garut juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti pesantren kilat, SAGa Peduli, Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa), berbagi sayuran kepada masyarakat, serta buka puasa bersama dan i’tikaf.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap dapat membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan dekat dengan Al-Qur’an. (Jajang Sukmana)




































