Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan IPI Garut Gelar Workshop Digitalisasi Pembelajaran di SD Gugus Ki Hajar Dewantara Kabupaten Bandung

0
243

KABUPATEN BANDUNG — Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Kabupaten Garut melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dirangkaikan dengan pengabdian kepada masyarakat melalui workshop bertema “Implementasi Digitalisasi dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, bertempat di SD Negeri Mekar Rahayu 01, Kabupaten Bandung.

Workshop menyasar guru-guru Sekolah Dasar yang tergabung dalam Gugus Ki Hajar Dewantara di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital, sejalan dengan kebijakan transformasi pendidikan dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan literasi digital, kreativitas, serta inovasi.

Sejumlah pemangku kepentingan pendidikan hadir dan memberikan dukungan, di antaranya Pengawas Bina Gugus Ki Hajar Dewantara, Syarief Risnandar, S.Pd.SD, Kepala SD Negeri Mekar Rahayu 01, Rizqiyah Hidayanti, S.Pd.SD, serta Dosen Pembimbing PPL Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan IPI Garut, Dr. Ayu Puji Rahayu, M.Pd. Kehadiran mereka menegaskan sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dasar dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran.

Dalam sambutannya, Syarief Risnandar mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai relevan dengan kebutuhan sekolah dasar saat ini. Menurutnya, guru dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya secara bijak sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan menarik bagi peserta didik.

Panitia kegiatan menjelaskan, workshop dirancang dengan pendekatan praktik langsung agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga keterampilan aplikatif. Materi meliputi pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, penggunaan aplikasi pendukung, serta strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Selain pemaparan materi, kegiatan diisi dengan sesi diskusi dan praktik yang memungkinkan guru berbagi pengalaman serta kendala dalam pembelajaran digital. Melalui sesi ini, peserta memperoleh solusi praktis dan rekomendasi strategi yang dapat diterapkan di kelas, baik pada pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran berbasis teknologi.

Hasil workshop menunjukkan respons sangat positif dari peserta. Para guru menyatakan kegiatan ini menambah wawasan, keterampilan, dan motivasi untuk mengembangkan pembelajaran digital yang lebih kreatif, interaktif, dan bermakna bagi siswa.

Melalui PPL dan pengabdian kepada masyarakat ini, Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan IPI Kabupaten Garut berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi digital guru sekolah dasar di Kabupaten Bandung, sekaligus mendorong terwujudnya pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. ***Jajang Sukmana