GARUT — Nuansa syukur, kebersamaan, dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Tasyakur PPPK dan PPPK Paruh Waktu bertema “Dengan Rasa Syukur Kita Pererat Kebersamaan dan Keberkahan” yang digelar di Salegar (Sawah Lega Hegar), Jalan Garut–Cibatu, Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan tasyakur ini terasa istimewa dan berbeda. Para tamu kehormatan serta peserta disambut hangat dengan penampilan Lengser yang dibawakan oleh siswa SDN 3 Pakuwon, Kecamatan Garut Kota. Sajian seni tersebut menghadirkan nuansa budaya Sunda yang kental, sarat makna, sekaligus menjadi simbol penghormatan dan kebersamaan.
Sekitar 100 peserta PPPK dan PPPK Paruh Waktu hadir dalam kegiatan tersebut. Turut hadir sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Ketua PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota Rahmat, S.Pd., beserta jajaran pengurus inti; Ketua KKG PAI Garut Kota Risman Zakaria, S.Pd.I., bersama sebagian pengurus; Pengawas Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd.; serta Ketua MKKS Kabupaten Garut Rd. Yusup Satria Gautama, S.Pd., yang juga Kepala SMP Negeri 1 Garut.

Ketua Pelaksana kegiatan, Mochamad Opi Sopiyulloh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tasyakur tersebut.
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Kami berharap terus mendapat bimbingan dari PGRI Cabang Garut Kota agar tidak salah arah. Kami akan menaiki kendaraan perjuangan dengan semangat ‘Pajero—edankeun’. Meski paruh waktu, tetapi sepenuh jiwa,” ujarnya, menegaskan komitmen dan semangat para PPPK.
Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota, Rahmat, S.Pd., menekankan pentingnya rasa syukur yang berkelanjutan serta integritas dalam menjalankan pengabdian sebagai pendidik.

“Bagi yang telah menerima SK, semoga diberi keberkahan. Sekalipun paruh waktu, kinerja harus tetap penuh waktu dan berintegritas. SK adalah legalitas sah sebagai ASN—titip SK, jangan digadaikan. Dan yang paling penting, titip diingat bahwa kita adalah guru,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa rasa syukur tidak berhenti saat menerima SK atau gaji. “Syukur itu harus dilakukan setiap hari agar hidup menjadi barokah. Bagi yang sudah menerima gaji, sudahkah bersyukur kepada orang tua? Itu akan menambah keberkahan,” tambahnya.
Acara secara resmi dibuka oleh Pengawas Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd., yang mewakili pengawas pendidikan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat para PPPK yang dinilainya memiliki peran strategis di sekolah.

“Atas nama pengawas, kami mengucapkan selamat. Semangat PPPK luar biasa, bahkan menjadi tulang punggung di sekolah. Tunjukkan kinerja yang baik, tetap dan semakin bersemangat. Jaga attitude, etika, serta sopan santun dalam bertugas,” pesannya.
Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Jena Asyifa, dilanjutkan tausiyah oleh Ustaz Doni, dan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua KKG PAI Garut Kota Risman Zakaria, S.Pd.I., penyerahan piagam penghargaan, serta penampilan paduan suara, tari jaipong, dan karaoke bersama yang menambah semarak suasana.
Melalui kegiatan tasyakur ini, para PPPK dan PPPK Paruh Waktu berharap kebersamaan yang terjalin semakin kuat, membawa keberkahan dalam setiap langkah pengabdian, serta meneguhkan komitmen untuk terus berkinerja profesional demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Garut. ***Jajang Sukmana



































