Mantan KPK Pimpin Seni Rupa Garut Periode 2025–2029

0
277

GARUT — Komite Seni Rupa Garut menggelar musyawarah pemilihan ketua di Aula PGRI Cabang Garut Kota, Jl. Sudirman No. 1, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Dalam musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan tersebut, H. Asep Chaeruloh terpilih sebagai Ketua Komite Seni Rupa Garut periode 2025–2029.

Musyawarah pemilihan diikuti oleh para tokoh perupa Garut. Proses berjalan lancar dengan semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen para seniman untuk memperkuat peran seni rupa dalam pembangunan kebudayaan daerah.

H. Asep Chaeruloh dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman lintas sektor. Ia tercatat pernah berkiprah selama 13 tahun di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebuah latar belakang yang dinilai dapat memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.

H. Asep Chaeruloh

Adapun susunan kepengurusan Komite Seni Rupa Garut periode 2025–2029 adalah sebagai berikut:

Pembina: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut
Penasihat: Rahmat PGRI, Iwan Muri
Ketua: H. Asep Chaeruloh
Wakil Ketua: Kang Enceng
Sekretaris Jenderal: Ikhsan, Dadan
Bidang Finansial: Jajang, Gus Bahtiar
Bidang Profesi dan Profesionalisme: Surya, Darwin, Deden, Gugum
Bidang Penguatan Kelembagaan: Mas Condo, Yanuar Perupa
Bidang Peningkatan Ekonomi Perupa: Usep, Sam, Iman

Usai terpilih, Asep Chaeruloh menyampaikan bahwa amanah tersebut terasa berat, namun harus diterima sebagai bentuk kepercayaan para seniman Garut. Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas seni rupa Garut sekaligus memperkuat peran seni rupa dalam memperindah dan memajukan daerah.

Pemyerahan stempel Ketua Komite Periode 2021-2025 kepada Panitia pemilihan.

“Seni rupa memiliki peran strategis dalam mewarnai wajah kota. Di banyak kota yang saya kunjungi, seniman—terutama perupa—ikut terlibat aktif dalam pembangunan. Mudah-mudahan dengan seni rupa yang berdaya, Garut bisa semakin indah, pariwisatanya berkembang, dan kesejahteraan seniman meningkat,” ujarnya.

Asep juga menargetkan agar Komite Seni Rupa Garut dikelola secara profesional dengan tata kelola yang baik, sehingga mampu memberi warna lebih luas, termasuk di Dewan Kesenian Garut, bahkan menjadi model di tingkat Jawa Barat, nasional, hingga internasional.

Terkait program kerja, Asep memaparkan tiga program utama yang akan menjadi fokus kepengurusan. Pertama, penguatan kelembagaan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan penyelenggaraan pameran bersama. Kedua, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan perupa, di antaranya dengan mendorong pembentukan koperasi perupa sebagai wadah pendanaan kesejahteraan dan inovasi kegiatan seni. Ketiga, peningkatan profesionalisme perupa, melalui penguatan jejaring antarnegara, pembelajaran dari kota-kota lain, serta peningkatan kualitas karya dan kapasitas seniman Garut.

Menurut Asep, kepercayaan publik dan pemerintah bukan sesuatu yang harus dituntut, melainkan dibuktikan melalui karya dan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kalau kita mampu menunjukkan bahwa kita layak dipercaya, maka kepercayaan itu akan datang. Tunjukkan manfaat, lakukan gebrakan dan inovasi, maka seni rupa Garut akan dilihat dan diperhitungkan,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana