GARUT – SDN 7 Sukamentri menggelar puncak kegiatan Gebyar Ramadhan 1447 Hijriah dengan berbagai rangkaian acara yang berlangsung di lingkungan sekolah, Jalan Ibu Noch Kartanegara No. 72, RT 02/RW 19, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Meraih Kemenangan dengan Keimanan dan Taqwa” ini diisi dengan simulasi shalat Idul Fitri, santunan anak yatim, pentas seni keagamaan, serta pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang telah dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan.

Plt Kepala SDN 7 Sukamentri, Yani Marlina, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta memperkuat karakter siswa sesuai motto sekolah “Sehat, Cerdas, Berakhlak.”
“Alhamdulillah, kegiatan Gebyar Ramadhan tahun ini dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa yang telah berpartisipasi memberikan infak sedekah Ramadhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program berbagi kepada anak yatim ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. Pada tahun ini, sebanyak 30 anak yatim menerima santunan berupa uang dan paket sembako.

Dana santunan tersebut berasal dari infak sedekah Ramadhan yang dihimpun dari siswa sebesar Rp2.165.000 serta kontribusi dari pihak sekolah sebesar Rp1.700.000.
“Semoga program ini terus berlanjut dan menjadi jembatan kebaikan bagi seluruh warga SDN 7 Sukamentri,” tambahnya.
Rangkaian Gebyar Ramadhan SDN 7 Sukamentri sendiri telah dimulai sejak 23 Februari 2026 dengan kegiatan pembukaan. Kemudian pada 10–11 Maret 2026 dilaksanakan berbagai lomba keagamaan seperti lomba adzan, Lomba Cerdas Cermat (LCC) keagamaan, serta lomba mewarnai dan menggambar bertema Islami.

Selanjutnya pada 12 Maret 2026, keluarga besar sekolah menggelar buka puasa bersama yang diikuti oleh siswa, guru, dan warga sekolah sebagai bentuk kebersamaan di bulan suci.
Puncaknya pada 14 Maret 2026, kegiatan ditutup dengan simulasi shalat Idul Fitri, santunan anak yatim, pentas seni keagamaan, serta pembagian hadiah lomba.
Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai penutupan acara yang diakhiri dengan musafahah atau saling bersalaman antar siswa dan guru, sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi dapat terus tertanam dalam diri para siswa sejak dini. (Jajang Sukmana)




































