Garut, Kamis (30/4/2026) — SDIT Persis Tarogong 2 menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan melalui peluncuran program Adiwiyata yang inspiratif. Program ini menjadi langkah strategis sekolah dalam menanamkan kesadaran ekologis sejak dini, sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Sebagai langkah awal, sekolah membentuk kader lingkungan yang melibatkan siswa kelas 4 dan 5 sebagai agen perubahan. Para kader muda ini dibekali pemahaman serta tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan keasrian sekolah. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam membangun kebiasaan positif di kalangan siswa lainnya.

Semangat inovasi semakin terlihat dalam kemeriahan kegiatan Open House Pesantren Persis Tarogong. Pada kesempatan tersebut, SDIT Persis Tarogong 2 menggelar pameran khusus yang menampilkan hasil karya siswa berupa olahan barang bekas. Beragam kreasi ditampilkan, mulai dari hiasan bunga hingga miniatur gedung sekolah yang detail, membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi benda estetis dan bernilai guna melalui sentuhan kreativitas.
Menariknya, pameran karya daur ulang tersebut disandingkan dengan deretan piala prestasi siswa. Penataan ini mengandung pesan filosofis bahwa keberhasilan akademik dan non-akademik harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah ingin menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari prestasi yang patut dibanggakan.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, SDIT Persis Tarogong 2 juga menjalin kolaborasi dengan komunitas Garut Zero Waste melalui program “Guru Tamu”. Dalam kegiatan ini, para praktisi lingkungan memberikan edukasi langsung tentang pengelolaan sampah, khususnya plastik. Siswa dikenalkan pada teknik pengolahan yang tepat sehingga limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan bernilai ekonomi.
Kepala SDIT Persis Tarogong 2, Adah Mustahidah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap alam,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh guru serta warga sekolah yang turut berperan aktif dalam setiap kegiatan.
Dengan mengintegrasikan pembentukan karakter, kreativitas siswa, serta edukasi dari para praktisi, program Adiwiyata di SDIT Persis Tarogong 2 diharapkan mampu membangun generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga bijak dalam berinteraksi dengan lingkungan. (Jajang Sukmana)




































