
GARUT – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan gadget di berbagai kalangan, kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya permainan rakyat dan olahraga tradisional, kembali digaungkan. Dari anak-anak hingga orang dewasa, kini semakin akrab dengan dunia digital, namun di sisi lain interaksi sosial secara langsung justru kian berkurang.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius berbagai pihak. Banyak individu yang lebih asyik dengan perangkat masing-masing, bahkan ketika berada dalam satu ruang yang sama. Interaksi yang dahulu hangat kini tergantikan oleh komunikasi di dunia maya, hingga tak jarang persoalan yang dihadapi pun berpusat pada kehidupan digital tersebut.
Di tengah kondisi ini, upaya menjaga warisan budaya leluhur menjadi sangat penting. Permainan rakyat dan olahraga tradisional tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif, kebersamaan, serta pengembangan fisik dan motorik yang kaya makna.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap hal tersebut, sebuah komunitas yang dipimpin oleh Irno Sukarno berinisiatif menggelar kegiatan “Pertandingan Olahraga Tradisional” (POT) antar SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Garut. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dimulai sejak tahun 2011, meskipun pelaksanaannya belum dapat berlangsung secara rutin karena keterbatasan dukungan dan anggaran.
Tahun ini, kegiatan POT mendapatkan dukungan melalui fasilitasi Dana Indonesiana 2025 dari Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP Kementerian Keuangan RI, dengan mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.”
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari siswa SD dan SMP sederajat beserta guru pembimbing, mahasiswa olahraga, pelaku budaya, pengurus KPOTI Kabupaten Garut, hingga masyarakat umum.
Adapun cabang olahraga tradisional yang akan dipertandingkan meliputi:
- Egrang putra (sprint estafet dan halang rintang)
- Hadang atau galah ulung (putra dan putri)
- Lari balok beregu (putra dan putri)
- Balap karung beregu (putra dan putri)
- Tarumpah panjang beregu (putra dan putri)
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda kembali mengenal, mencintai, dan melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 27 April 2026 atau sampai kuota terpenuhi. Calon peserta dapat menghubungi panitia pelaksana di nomor 0821-2066-5169. Sementara itu, pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 29 hingga 31 Mei 2026 di Area Art Center, Jalan Proklamasi, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali bermain di alam terbuka, mempererat kebersamaan, sekaligus menjaga tradisi yang sarat nilai budaya. (Jajang Sukmana)


































