Pengawasan SMP Didorong Perkuat IPM Kabupaten Garut

0
197

GARUT — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut menjadi salah satu fokus utama dalam program pengawasan sekolah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) Kabupaten Garut, H. Budi Purnama Alam, S.Pd., M.Pd., saat dihubungi melalui telepon selulernya pada Senin (19/1/2026). Ia menjelaskan bahwa peran aktif pengawas sekolah diarahkan pada penguatan mutu pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah, penurunan angka putus sekolah, serta penguatan budaya literasi dan numerasi di satuan pendidikan.

“Melalui sinergi antara pengawas, sekolah, dan para pemangku kepentingan, kami berharap capaian pendidikan sebagai salah satu indikator kunci IPM dapat terus meningkat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Garut,” ujar H. Budi.

Menurutnya, upaya teknis yang dilakukan para pengawas sekolah merupakan bentuk nyata pelaksanaan tantangan dan tuntutan Bupati Garut dalam meningkatkan IPM yang berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Dinas Pendidikan bersama pengawas sekolah menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam langkah-langkah operasional di lapangan.

Langkah tersebut meliputi pendampingan intensif terhadap sekolah binaan, pemetaan mutu pendidikan berbasis data, penguatan kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah, serta pembudayaan iklim sekolah yang aman, sehat, dan berkarakter. Pendekatan ini dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan secara nyata.

Dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi, pengawas SMP menggunakan sejumlah instrumen utama, yakni akses dan pemerataan pendidikan, mutu proses pembelajaran, hasil dan dampak pendidikan, serta tata kelola dan iklim sekolah. Keempat instrumen tersebut menjadi dasar dalam menilai sekaligus mendorong perbaikan kualitas layanan pendidikan di satuan pendidikan.

“Dengan pengawasan yang terarah dan kolaboratif, kami optimistis peningkatan capaian pendidikan dapat dipercepat. Hal ini tidak hanya mendukung indikator pendidikan dalam IPM, tetapi juga berkontribusi pada indikator kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas H. Budi.

Melalui program pengawasan sekolah yang terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap fondasi pembangunan manusia dapat semakin kokoh, sehingga mendorong terwujudnya masyarakat Garut yang cerdas, sehat, dan berdaya saing. ***Jajang Sukmana