Pertama di Kabupaten Garut, PGRI Cabang Garut Kota Gelar Sosialisasi Keanggotaan hingga Tingkat Ranting

0
157

GARUT — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Garut Kota menjadi yang pertama di Kabupaten Garut menggelar sosialisasi keanggotaan PGRI hingga tingkat ranting. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota sekaligus memperkuat peran, fungsi, dan soliditas organisasi PGRI di lingkungan satuan pendidikan.

Kegiatan sosialisasi direncanakan berlangsung selama empat hari dengan pola dua ranting pada setiap pertemuan, serta dilaksanakan di lokasi dan dengan petugas yang berbeda. Sosialisasi perdana digelar di SDN 3 Paminggir pada Senin (26/1/2026), dan diikuti oleh para kepala sekolah yang tergabung dalam Ranting 1 dan Ranting 2 PGRI Kecamatan Garut Kota.

Hadir sebagai narasumber dari PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota, unsur Bidang Organisasi dan Bidang Bantuan Hukum, yakni Risman Munajat, S.Pd., M.Pd., Tete Ahmad Sobari, S.Pd., Yayu Sri Rahayu, S.Pd., serta Risman Zakaria, S.Pd.I. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya tertib administrasi keanggotaan sebagai fondasi penguatan organisasi PGRI yang profesional dan akuntabel.

Pada kegiatan ini, setiap ranting diwajibkan menyiapkan Daftar 1 dalam format file Excel yang memuat data guru dari setiap sekolah dasar di wilayah masing-masing. Data tersebut akan menjadi dasar pembaruan database keanggotaan PGRI. Sosialisasi juga dirancang bersifat dialogis, memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan yang nantinya menjadi bahan perumusan program PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota.

Salah satu peserta, Tedi Rustandi, S.Pd., Kepala TK dan SD Daya Susila, menyampaikan bahwa masih banyak guru, khususnya di sekolah swasta, yang belum merasakan kuatnya keberadaan PGRI sebagai organisasi profesi. Menurutnya, guru honorer dan guru swasta membutuhkan penguatan rasa kebersamaan serta pengakuan sebagai bagian dari komunitas guru di Kecamatan Garut Kota.

Ia juga menyoroti pentingnya legalitas keanggotaan, terutama kepemilikan kartu anggota PGRI. “Selama saya menjadi kepala sekolah, belum pernah ada guru, termasuk saya sendiri, yang memiliki kartu anggota. Padahal kartu ini penting agar guru merasa diakui secara resmi sebagai anggota PGRI,” ujarnya. Ia berharap pencetakan kartu anggota dapat lebih difasilitasi guna meningkatkan antusiasme dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Tedi Rustandi, S.Pd., Kepala TK dan SD Daya Susila

Selain itu, Tedi menekankan perlunya perencanaan program kerja ranting yang jelas dan terstruktur selama satu tahun. Menurutnya, program yang disertai pengelolaan anggaran secara transparan melalui proposal dan laporan pertanggungjawaban akan memperkuat kepercayaan anggota serta menjaga keberlangsungan kegiatan organisasi.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pendaftaran kartu anggota PGRI sebenarnya telah berjalan hampir empat bulan melalui sistem KTA Digital PGRI. Proses registrasi dapat dilakukan secara mandiri melalui laman ktadigitalpgri.org/daftar, serta login anggota melalui ktadigitalpgri.org/masuk. Informasi tersebut juga telah disosialisasikan melalui grup WhatsApp para Ketua Ranting se-Kecamatan Garut Kota.

Ia menegaskan bahwa PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota tidak membedakan status kepegawaian dalam keanggotaan maupun kepengurusan. “Baik PNS, PPPK, guru honorer, maupun guru swasta yang memiliki kredibilitas dan komitmen terhadap kemajuan PGRI dapat diakomodasi menjadi pengurus cabang,” ujarnya. Bahkan, pada tahun 2025 lalu, penghargaan Kepala Sekolah Berprestasi PGRI Cabang Garut Kota diraih oleh kepala sekolah swasta. Menurutnya, semakin banyak guru yang mencintai PGRI dan berkontribusi aktif, maka PGRI akan semakin menjadi organisasi kebanggaan para guru.
“Hatur nuhun kana sadaya masukan, diantos pendaptaranana,” tambahnya.

Melalui sosialisasi ini, PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota berharap seluruh guru, baik negeri maupun swasta, dapat terdata dengan baik, memahami hak dan kewajiban keanggotaan, serta semakin aktif berpartisipasi dalam menguatkan PGRI sebagai wadah perjuangan, perlindungan, dan pengembangan profesi guru. ***Jajang Sukmana