Rapat Pleno “Lintas Eselon” PGRI Garut Bahas Agenda Organisasi dan Penguatan Solidaritas

0
40

GARUT — Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menggelar Rapat Pleno “Lintas Eselon” guna membahas dan memusyawarahkan berbagai agenda penting organisasi sekaligus memperkuat koordinasi program kerja. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Paripurna lantai 2 Gedung PGRI Kabupaten Garut, Jalan Pasundan, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Jumat (13/3/2026) pukul 13.30 WIB.

Rapat pleno “Lintas Eselon” ini melibatkan berbagai perangkat kelengkapan organisasi PGRI, baik unsur Badan Pembina Organisasi (BPO) maupun badan khusus. Unsur BPO terdiri atas Dewan Pembina, pengurus harian, serta para ketua bidang. Sementara badan khusus yang terlibat antara lain Dewan Kehormatan Guru (DKG), Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI (LKKP), serta Perempuan PGRI.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris PGRI Kabupaten Garut, Ade Fathurohim, S.Pd., M.Pd., sekaligus menguatkan arahan dari Dewan Pembina. Forum ini dihadiri jajaran pengurus harian, para ketua bidang, serta unsur perangkat kelengkapan organisasi lainnya. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi dalam menjalankan roda organisasi PGRI di Kabupaten Garut.

Dewan Pembina PGRI Kabupaten Garut, Dra. Hj. Empat Fatimah Sambas, S.Pd.

Kegiatan dibuka oleh Dewan Pembina PGRI Kabupaten Garut, Dra. Hj. Empat Fatimah Sambas, S.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya semangat pengabdian dan keikhlasan dalam berorganisasi.

Menurutnya, pengurus PGRI harus menempatkan diri sebagai pelayan bagi anggota, bukan sebaliknya. Ia juga menilai dinamika organisasi merupakan hal yang wajar, sehingga setiap pengurus diharapkan mampu saling menghargai dan menjaga kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi.

“Dalam organisasi kita harus saling menghargai dan menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan. Pengurus hadir untuk melayani anggota, bukan untuk dilayani,” ujarnya.

Kultum Ramadan yang disampaikan oleh Drs. H. Rosad Abdul Latief

Rapat pleno juga diisi dengan kultum Ramadan yang disampaikan oleh Drs. H. Rosad Abdul Latief. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para pengurus untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan keikhlasan dalam beramal dan berorganisasi.

Ia mengingatkan bahwa setiap amal yang dilakukan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT akan mendatangkan keberkahan. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang dinamika organisasi, termasuk keberadaan perangkat kelengkapan organisasi seperti Dewan Pembina, penasihat, pengurus harian, ketua bidang, serta badan-badan khusus yang dibentuk oleh organisasi.

“Berorganisasi harus dilandasi keikhlasan. Jika segala sesuatu kita niatkan karena Allah, insya Allah tidak akan menimbulkan kekecewaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, H. Rosad juga mengajak seluruh pengurus untuk meningkatkan ibadah di penghujung bulan Ramadan agar memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar. Kultum kemudian ditutup dengan doa bersama.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah agenda penting organisasi yang menjadi perhatian bersama. Ia juga mengawali dengan mendoakan keluarga besar PGRI yang sedang tertimpa musibah agar diberikan kekuatan dan ketabahan.

Dalam rapat tersebut dibahas dua agenda besar organisasi, yakni pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Kabupaten Garut yang direncanakan berlangsung pada 24–25 April 2026 serta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PGRI yang akan digelar pada 15–17 April 2026 di Jakarta.

Selain itu, rapat juga menyinggung sejumlah isu organisasi dan kepegawaian, di antaranya persoalan mutasi bagi ASN formasi tahun 2019/2020 yang hingga kini belum terealisasi. PGRI diharapkan dapat memandang persoalan tersebut dari sudut pandang organisasi guna memperjuangkan kepentingan anggota.

Hal lain yang turut dibahas yakni terkait rotasi dan mutasi kepala sekolah, penyuluhan hukum yang tengah disiapkan formatnya, serta rencana audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Garut guna membahas berbagai persoalan pendidikan.

Dr. Encep juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan solidaritas di tubuh organisasi agar PGRI tetap menjadi wadah perjuangan yang kuat bagi para guru.

Ia menegaskan bahwa PGRI tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait pembubaran Koordinator Wilayah (Korwil) maupun pernyataan mengenai reaktivasi pengadaan Korwil.

Selain itu, disampaikan pula bahwa status guru PPPK paruh waktu masih terdaftar dalam Forum Aliansi Guru dan Tenaga Kependidikan (FAGAR).

Di akhir rapat, Ketua PGRI Kabupaten Garut juga menyampaikan apresiasi kepada BESTI atas kontribusi dan dukungannya terhadap kegiatan organisasi.

Rapat pleno “Lintas Eselon” tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan komitmen pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Garut. (Jajang Sukmana)