Gerimis Tak Surutkan Semangat, SDIT Al-Furqon Khidmat Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

0
255

GARUT – Gerimis yang turun sejak pagi hari tak menyurutkan semangat para siswa SDIT Al-Furqon untuk mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Jumat (23/1/2026). Dengan wajah ceria dan pakaian rapi, para siswa datang ke sekolah bersama teman-teman, sebagian didampingi orang tua.

Kegiatan yang berlangsung di SDIT Al-Furqon, Jalan Pasundan No. 36, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat ini mengusung tema The Great Journey: Meneladani Kedisiplinan Rasulullah Menuju Perubahan.

Semula, acara direncanakan digelar di lapangan upacara sekolah. Namun, hujan gerimis yang tak kunjung reda membuat panitia mengambil langkah cepat dengan memindahkan kegiatan ke masjid sekolah, sementara beberapa penampilan dilaksanakan di ruang kelas multifungsi. Keputusan mendadak tersebut justru mencerminkan kekompakan dan ketangguhan seluruh warga sekolah.

Para guru, khususnya guru perempuan SDIT Al-Furqon, bergerak sigap menata ruangan, menyiapkan perlengkapan, dan memastikan kegiatan tetap berjalan lancar dan khidmat. Dalam waktu singkat, ruang kelas multifungsi disulap menjadi tempat yang nyaman, hangat, dan sarat nuansa religius.

Peringatan Isra Mi’raj ini diikuti oleh seluruh peserta didik, Kepala SDIT Al-Furqon beserta dewan guru, serta sebagian orang tua dan wali siswa. Mengundang Ahmad Dzikri Al-Hikam, Lc., yang menyampaikan tausiah dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Dalam tausiahnya, ia menekankan pentingnya meneladani kedisiplinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan ibadah.

Sementara itu, Kepala SDIT Al-Furqon, Latifah, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj pada hakikatnya adalah perintah menegakkan shalat. Menurutnya, shalat merupakan pondasi utama bagi setiap muslim yang harus ditanamkan sejak dini.

“Shalat adalah kewajiban utama umat Islam dalam kondisi apa pun. Selama kita masih diberi napas dan kesadaran, shalat tidak boleh ditinggalkan. Inilah nilai utama Isra Mi’raj yang harus kita tanamkan kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sekolah memiliki peran besar dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui pembiasaan dan keteladanan, nilai-nilai keislaman dapat tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri anak. Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter melalui nilai-nilai 7 KAIH yang diterapkan di sekolah.

Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat. Antusiasme para siswa, kebersamaan guru dan orang tua, serta semangat yang tak padam meski cuaca kurang bersahabat menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dapat tumbuh kuat melalui kebersamaan dan keteladanan.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini menjadi bagian dari komitmen SDIT Al-Furqon dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritual peserta didik sejak usia dini. ***Jajang Sukmana