Garut, Jumat (24/4/2026) — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 selama dua hari, Jumat-Sabtu (24-25/4/2026), di Jalan Pasundan No. 41, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
Mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju: Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus forum strategis merumuskan rekomendasi bagi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru.
Pembukaan berlangsung di Ruang Paripurna dan dihadiri 190 peserta, terdiri atas tiga perwakilan dari 42 PGRI cabang se-Kabupaten Garut, pengurus dan pembina PGRI Kabupaten Garut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si. mewakili Bupati Garut, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Konkerkab I secara resmi dibuka Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, H. Akhmad Juhana, S.Pd., M.M.Pd., yang menegaskan bahwa konferensi kerja merupakan kewajiban organisasi untuk mengevaluasi program, memperkuat arah perjuangan organisasi, dan membangun soliditas anggota.
Menurutnya, PGRI Kabupaten Garut menunjukkan optimisme yang kuat dengan berbagai langkah progresif yang telah dilakukan dalam satu tahun terakhir, termasuk penguatan konsolidasi organisasi dan respons terhadap dinamika pendidikan. “Garut memiliki optimisme besar. Tinggal memperkuat soliditas dan solidaritas anggota agar PGRI semakin kokoh menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi peserta. Menurutnya, kehadiran 190 peserta dari seluruh wilayah Garut merupakan bukti komitmen bersama dalam membangun organisasi.
Ia menegaskan PGRI Kabupaten Garut menjadi kabupaten pertama di Jawa Barat yang menuntaskan konferensi cabang di seluruh 42 cabang dalam kurun empat bulan secara maraton. Dari proses tersebut, lahir banyak wajah baru dalam kepengurusan cabang, yang menurutnya merupakan regenerasi organisasi tanpa menghilangkan peran para senior.

“Ini bukan pergantian biasa, tetapi proses regenerasi yang berjalan sesuai norma organisasi, tanpa sengketa, dengan semangat kolaborasi,” katanya.

Encep juga menyoroti banyaknya potensi kader di tingkat cabang yang kini mulai diberi ruang tampil di tingkat kabupaten, mulai dari pembawa acara, qori, hingga potensi-potensi lainnya. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa PGRI adalah rumah bersama lintas jenjang pendidikan, dari TK hingga perguruan tinggi.
Dalam paparannya, Encep juga menekankan pentingnya Konkerkab melahirkan rekomendasi strategis untuk menjawab berbagai persoalan guru, mulai dari mutasi dan rotasi, kekosongan kepala sekolah, keterbatasan jumlah pengawas, persoalan guru honorer non-ASN, hingga kebutuhan perbaikan sistem dan regulasi pendidikan.
“Kami berharap forum ini tidak hanya seremonial organisasi, tetapi melahirkan rekomendasi kebijakan yang bisa menjadi masukan hingga tingkat provinsi dan pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Garut, Asep Kurnia, S.Pd., menjelaskan Konkerkab I bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya, menyusun rencana kerja satu tahun ke depan, menjadi ruang resmi menyuarakan aspirasi guru, serta memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antara pengurus kabupaten dan cabang.
“Kita ingin semangat pengurus PGRI seperti Domba Garut: tangguh, kuat, dan berwibawa. Bedanya, kalau Domba Garut beradu tanduk, pengurus PGRI beradu ide dan gagasan demi kesejahteraan bersama,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menegaskan tema Konkerkab tahun ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ada di tangan para guru. Karena itu, melalui sidang komisi A sampai C, peserta didorong aktif membahas persoalan dan solusi nyata untuk organisasi maupun dunia pendidikan.

“Silakan ‘belanja masalah’, tapi jangan lupa ‘menabung solusi’,” ujarnya berseloroh.
Selain agenda sidang komisi, panitia menyiapkan dokumen kerja, fasilitas pendukung, hingga akomodasi dan konsumsi guna menunjang kelancaran konferensi.

Konkerkab I PGRI Kabupaten Garut diharapkan menjadi tonggak penguatan organisasi sekaligus ruang lahirnya gagasan-gagasan strategis demi mewujudkan guru bermutu, organisasi yang kuat, dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas. (Jajang Sukmana)



































