PGRI Ranting 4 Garut Kota Gelar Sosialisasi Keanggotaan di SD Muhammadiyah 2

0
92

GARUT — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ranting 4 Cabang Kecamatan Garut Kota menggelar sosialisasi orientasi keanggotaan PGRI di ruang kelas baru SD Muhammadiyah 2 Garut, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman anggota sekaligus memperkuat peran, fungsi, dan soliditas organisasi di tingkat ranting.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program kerja PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota yang bertujuan memastikan seluruh anggota memahami hak dan kewajiban sebagai warga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Orientasi keanggotaan ini juga diarahkan untuk mempertajam pemahaman anggota terhadap regulasi organisasi, termasuk kewajiban membayar iuran sebagai bentuk tanggung jawab keanggotaan.

Ditekankan bahwa iuran anggota memiliki peran strategis karena menjadi salah satu penopang utama organisasi dalam memenuhi hak-hak anggota, baik dalam aspek perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, maupun kesejahteraan guru.

Ketua PGRI Ranting 4 Garut Kota, Abdul Kohar, S.Pd.I

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para kepala sekolah dan anggota PGRI Ranting 4. Pelaksanaannya dirancang secara dialogis, sehingga memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan keorganisasian yang dihadapi di lapangan. Aspirasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan program kerja PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota.

Hadir sebagai petugas dan narasumber dari unsur Bidang Organisasi dan Bidang Bantuan Hukum PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota, yakni Ade Yusup, S.Pd.I., M.Pd., MCE., dan Taufiq Rusydi, S.Pd.SD., M.Pd. Keduanya memaparkan secara komprehensif mengenai sistem keanggotaan, regulasi organisasi, serta aspek bantuan dan perlindungan hukum bagi anggota PGRI.

Ketua PGRI Ranting 4 Garut Kota, Abdul Kohar, S.Pd.I., menyampaikan bahwa sosialisasi orientasi keanggotaan PGRI merupakan langkah krusial dalam memperkuat pondasi organisasi di tingkat paling dasar, yakni ranting.

“Secara garis besar, orientasi ini menitikberatkan pada empat hal utama, yaitu penguatan jati diri dan marwah organisasi, pemahaman hak dan kewajiban anggota, sinergi serta konsolidasi intelektual, dan peningkatan profesionalisme serta kesejahteraan guru,” ujar Abdul Kohar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota PGRI Ranting 4 semakin memahami peran strategisnya dalam organisasi, memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga soliditas, serta berkontribusi aktif dalam memperkuat PGRI sebagai wadah perjuangan dan pengabdian profesi guru. ***Jajang Sukmana