Viral Pria Berkaos Loreng Diduga Halangi Polisi di Garut, Dandim Tegaskan Bukan Anggota TNI Aktif

0
35

GARUT – Sebuah video viral di media sosial TikTok memperlihatkan seorang pria berkaos loreng yang diduga menghalangi petugas kepolisian saat pengungkapan kasus peredaran obat terlarang di wilayah Kerkop, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) ini sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam video yang beredar luas tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos loreng berada di lokasi saat aparat kepolisian tengah melaksanakan penggerebekan. Pria itu diduga menghambat jalannya proses penindakan, bahkan sempat berinteraksi dengan petugas di lapangan, sehingga menimbulkan keresahan publik.

Menanggapi hal tersebut, Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut memberikan klarifikasi tegas. Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, memastikan bahwa pria dalam video tersebut bukan anggota TNI aktif.

“Kami tegaskan, orang yang ada dalam video tersebut bukan anggota TNI aktif. Yang bersangkutan sudah pensiun,” ujar Dandim, Jumat (10/4/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang berkembang dan menepis anggapan keterlibatan institusi TNI dalam aktivitas ilegal. Dandim menegaskan bahwa TNI tetap berkomitmen menjaga integritas serta tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum.

Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya kepolisian dalam memberantas peredaran obat terlarang yang meresahkan masyarakat.

“Kami mendukung penuh langkah kepolisian dalam memberantas peredaran obat terlarang. TNI siap bersinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Dandim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Apabila ada oknum yang mengatasnamakan TNI dan terlibat dalam kegiatan ilegal, segera laporkan. Kami akan tindak tegas,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi viral serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum jelas kebenarannya. (*)