Ahmad Nurodin, Guru SD Muhammadiyah 2 Garut Kota, Siap Harumkan Nama Garut

0
45

“Terus Belajar, Terus Berkarya, Terbang Lebih Tinggi, Mengharumkan Nama Garut.”

GARUT, Senin (19/10/2026) – Berawal dari ketertarikan terhadap dunia pesawat model, Ahmad Nurodin kini menekuni olahraga aeromodelling nomor Outdoor Hand Launch Glider (OHLG) sebagai atlet Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sejak 2024, guru SD Muhammadiyah 2 Garut Kota ini terus mengembangkan kemampuannya, mulai dari merakit pesawat sendiri hingga mengikuti kompetisi Liga UNNUR.

Lahir di Garut pada 11 April 1984, Ahmad tinggal di Perum Rabbany Munjul, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Ia bergabung dengan Pengcab Aeromodelling Garut di bawah naungan KONI Kabupaten Garut untuk memperdalam keterampilan dan menambah pengalaman di dunia olahraga pesawat model.

OHLG merupakan nomor aeromodelling yang menggunakan pesawat layang tanpa mesin dan diterbangkan melalui lemparan tangan. Untuk memperoleh hasil penerbangan yang optimal, atlet harus memahami keseimbangan pesawat, teknik lemparan, karakteristik aerodinamika, serta pengaruh kondisi angin.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Garut Kota, Aji Suryadi, S.Pd.I., M.Pd., bersama Ahmad Nurodin.

Ketertarikan tersebut mendorong Ahmad mempelajari berbagai aspek penerbangan, termasuk merancang dan membuat pesawat sendiri. Sejak awal menekuninya pada 2024, ia berusaha memahami proses pembuatan pesawat, mulai dari pemilihan bahan dan perakitan komponen hingga pengujian penerbangan.

Setiap percobaan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi hasil dan memperbaiki kekurangan. Baginya, aeromodelling bukan sekadar menerbangkan pesawat, melainkan juga membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta pemahaman terhadap karakteristik pesawat agar dapat terbang dengan baik.

Bersama Pengcab Aeromodelling Garut, Ahmad terus mengasah keterampilannya melalui latihan, terutama dalam teknik lemparan, menjaga keseimbangan pesawat, membaca kondisi angin, dan menentukan strategi penerbangan. Proses tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kesiapan menghadapi persaingan.

Pengalaman berkompetisi diperolehnya melalui Liga UNNUR pada 2024 dan 2025. Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mencatatkan peringkat ke-30 dari 80 peserta. Hasil itu menjadi pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan, mengevaluasi latihan, serta mempelajari teknik yang diterapkan atlet lain.

Bagi Ahmad, capaian tersebut bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk terus berkembang. Ia berupaya memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pesawat maupun keterampilan menerbangkannya agar dapat meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi mendatang.

Kesempatan untuk tampil di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan membawa nama Kabupaten Garut menjadi bagian penting dari perjalanan olahraga yang ditekuninya. Mewakili daerah merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan dedikasi, semangat juang, dan sportivitas.

Di luar aktivitas olahraga, Ahmad tetap menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Di lingkungan SD Muhammadiyah 2 Garut Kota yang dipimpin Aji Suryadi, S.Pd.I., M.Pd., ia menjalani peran sebagai guru sekaligus mengembangkan potensi diri melalui aeromodelling.

Nilai-nilai yang dipelajarinya dari olahraga ini, seperti disiplin, ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan pantang menyerah, selaras dengan karakter yang perlu ditanamkan kepada peserta didik. Perjalanannya juga menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat berlangsung melalui berbagai pengalaman dan kegiatan positif.

Ahmad berharap pengalamannya dapat menginspirasi peserta didik dan generasi muda di Kabupaten Garut agar berani mencoba hal baru, menggali potensi, serta menekuni bidang yang diminati dengan sungguh-sungguh.

Dari seorang pemula yang belajar merakit pesawat sendiri hingga memperoleh pengalaman di arena kompetisi, Ahmad Nurodin terus melangkah dengan semangat belajar dan berkarya. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh keberanian memulai, ketekunan menjalani proses, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 2 Garut Kota, Aji Suryadi, S.Pd.I., M.Pd., mengapresiasi semangat Ahmad Nurodin yang mampu mengembangkan potensi diri di bidang olahraga aeromodelling di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pendidik.

Menurutnya, dedikasi dan ketekunan Ahmad menjadi contoh positif bahwa seorang guru dapat terus belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.

“Kami tentu mengapresiasi semangat dan kegigihan Pak Ahmad Nurodin dalam menekuni aeromodelling. Ini menjadi bukti bahwa guru tidak hanya dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi dalam dunia pendidikan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat, minat, serta potensi diri di bidang lain,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman Ahmad dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah, khususnya peserta didik, untuk berani mencoba hal baru, disiplin dalam berlatih, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

“Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketelitian, kreativitas, dan pantang menyerah sangat penting untuk ditanamkan kepada anak-anak. Kami berharap semangat yang ditunjukkan Pak Ahmad dapat memotivasi peserta didik agar terus mengembangkan potensi masing-masing, berani berprestasi, serta membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Garut,” tambahnya. (Jajang Sukmana)