Disdik Garut Gandeng Telkom Sosialisasikan Pijar, Dorong Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah

0
20

GARUT, Selasa (20/10/2026) – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menggandeng Telkom Garut menggelar sosialisasi pemanfaatan Platform Indonesia Belajar (Pijar) di Aula Dewi Sartika, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan No. 43, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada kepala sekolah mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kinerja, pengelolaan sekolah, serta peningkatan kualitas pembelajaran.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., didampingi Kepala Bidang SMP, Kasi Kurikulum SD dan SMP, Kasi Kelembagaan SMP, serta perwakilan Government Telkom Garut, Benny. Kegiatan tersebut diikuti 50 kepala sekolah, terdiri atas 25 kepala sekolah dasar (SD) dan 25 kepala sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si menerima cinderamata dari pihak Telkom sebelum sosialisasi dimulai.

Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran, membantu pengawasan kegiatan sekolah, serta membuka peluang pemanfaatan berbagai fitur pembelajaran yang tersedia dalam Platform Indonesia Belajar.

Usai membuka kegiatan, Kadisdik Garut H. Asep Wawan Budiman menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan diharapkan dapat mempermudah berbagai urusan sekolah, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran dan pengawasan kegiatan pendidikan.

Menurutnya, platform digital dapat menjadi salah satu sarana pendukung bagi kepala sekolah dan guru dalam memantau kegiatan pembelajaran sekaligus membantu siswa meningkatkan kemampuan akademiknya.

Kepala SMPN 6 Garut, Dini Diana Dida , S.Pd., M.Pd., mewakili SMP menerima cinderamata dari pihak Telkom.

“Platform ini bisa digunakan untuk mempermudah urusan yang berkaitan dengan pendidikan. Salah satunya sebagai alat untuk mengontrol proses kegiatan pembelajaran maupun kegiatan-kegiatan lain yang ada di sekolah,” ujarnya.

Asep Wawan juga menyoroti potensi pemanfaatan fitur yang tersedia dalam platform tersebut untuk mendukung latihan soal bagi siswa. Dengan adanya bank soal, guru diharapkan memiliki alternatif sarana untuk membantu peserta didik berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai bentuk evaluasi pembelajaran.

“Tadi disampaikan oleh pihak Telkom bahwa dalam aplikasi ini mungkin ada semacam bank soal yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk berlatih dan melatih para siswa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sosialisasi ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi kepada satuan pendidikan. Karena itu, 50 kepala sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat memahami terlebih dahulu fungsi dan manfaat platform Pijar sebelum menyampaikan pengetahuan yang diperoleh kepada sekolah lainnya.

Kepala SDN 3 Karangpawitan, Drs. Arief Ganjar Nugraha mewakili SD menerima cinderamata dari pihak Telkom.

Menurut Asep Wawan, keputusan untuk menggunakan platform tersebut selanjutnya diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai kebutuhan dan pertimbangan yang ada. Dinas Pendidikan, dalam hal ini, berperan memfasilitasi sekaligus mendorong satuan pendidikan agar semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi.

“Dari 50 kepala sekolah yang hadir ini, diharapkan mereka memahami terlebih dahulu. Selanjutnya, sekolah masing-masing yang menentukan apakah akan memanfaatkan platform ini atau tidak. Kami hanya memfasilitasi dan mendorong bagaimana sekolah bisa menggunakan teknologi untuk memudahkan berbagai urusan pendidikan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan tidak berhenti pada pengenalan aplikasi semata, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Pengawasan yang lebih efektif, menurutnya, diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih baik sehingga berdampak positif terhadap mutu pendidikan dan kualitas peserta didik.

“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya pengawasan yang lebih efektif menggunakan perangkat teknologi, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih baik sehingga kualitas anak-anak kita juga semakin meningkat,” tandasnya. (Jajang Sukmana)