KSRG dan PGRI Garut Kota Berkolaborasi Gelar Pameran Lukisan Guru dan Murid

0
12

GARUT, Sabtu (24/10/2026) — Kolaborasi Komite Seni Rupa Garut (KSRG) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Garut Kota dalam penyelenggaraan pameran lukisan guru dan murid menjadi langkah penting untuk mengembangkan ekosistem seni rupa sekaligus membuka ruang apresiasi bagi generasi muda berbakat di Kabupaten Garut.

Pameran tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-32 tingkat PGRI Cabang Garut Kota Tahun 2026. Kegiatan ini diinisiasi Ketua PGRI Cabang Garut Kota, Rahmat, yang akrab disapa Kang Amat, sebagai upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan komunitas seni rupa dalam satu ruang kreativitas dan apresiasi.

Kang Amat menilai, kolaborasi ini memiliki nilai sejarah tersendiri karena menjadi momentum pertama kalinya PGRI Cabang Garut Kota bekerja sama dengan para pelukis di Kabupaten Garut dalam penyelenggaraan pameran lukisan. Selain menjadi bagian dari peringatan hari besar guru, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara organisasi profesi guru, sekolah, dan komunitas seni rupa.

Ketua Komite Seni Rupa Garut (KSRG), Asep Chaeruloh

Ketua Komite Seni Rupa Garut, Asep Chaeruloh, menegaskan bahwa pameran tersebut tidak sekadar menjadi ajang menampilkan karya, tetapi juga bagian dari upaya membangun kaderisasi, pembinaan, dan regenerasi pelukis di Kabupaten Garut. Menurutnya, keberlanjutan seni rupa daerah tidak hanya bergantung pada kiprah seniman yang telah mapan, tetapi juga pada kesungguhan dalam menyiapkan generasi penerus.

“Pameran lukisan guru dan murid bukan sekadar ajang memamerkan karya seni. Kegiatan ini merupakan ruang pembelajaran, apresiasi, regenerasi, sekaligus kesempatan bagi para pelukis muda untuk menunjukkan potensi dan membangun kepercayaan diri,” ujar Asep Chaeruloh.

Ia menjelaskan, KSRG memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong agar generasi muda yang mempunyai bakat dan minat di bidang seni rupa memperoleh kesempatan yang memadai untuk berkembang. Salah satu langkah yang perlu diperkuat ialah membuka akses pameran bagi siswa melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.

Menurut Asep, bakat seni membutuhkan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, ruang berekspresi, pengalaman berkarya, serta kesempatan untuk mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Melalui kolaborasi dengan PGRI dan satuan pendidikan, kegiatan seni rupa diharapkan tidak hanya dinikmati kalangan seniman, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik.

Pameran yang melibatkan guru dan murid juga membuka peluang terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, teknik melukis, serta nilai-nilai kesenian. Guru dapat menjadi pendamping bagi siswa dalam mengembangkan kreativitas, sedangkan ruang pameran memberikan pengalaman baru bagi peserta didik untuk mengenalkan karya sekaligus belajar menghargai karya orang lain.

“Generasi penerus yang berbakat harus diberi panggung. Mereka perlu mendapatkan pengalaman berpameran, belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain, serta berinteraksi dengan masyarakat dan lingkungan seni. Dari proses inilah kepercayaan diri dan kualitas mereka dapat tumbuh,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, KSRG mendorong terbentuknya kerja sama dengan sekolah-sekolah agar siswa memiliki kesempatan memamerkan karya mereka dalam kegiatan seni rupa tingkat Kabupaten Garut. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik yang memiliki potensi seni, termasuk mereka yang selama ini belum memperoleh kesempatan menampilkan karya di ruang pameran publik.

Siswa yang berpartisipasi dalam program tersebut juga direncanakan dapat memperoleh sertifikat keikutsertaan sebagai bentuk apresiasi dan dokumentasi pengalaman berkesenian. Sertifikat itu dapat menjadi bagian dari portofolio kreativitas dan prestasi siswa, dengan pemanfaatannya tetap mengikuti persyaratan serta kebijakan seleksi pada jenjang pendidikan berikutnya.

Asep menilai, perluasan akses pameran merupakan salah satu cara untuk mengenalkan potensi seni yang berkembang di lingkungan sekolah kepada masyarakat. Dengan adanya ruang apresiasi yang lebih terbuka, karya siswa tidak hanya menjadi hasil pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perkembangan seni rupa di Kabupaten Garut.

Ke depan, kolaborasi KSRG dan PGRI Garut Kota diharapkan berkembang menjadi program pembinaan yang lebih terstruktur. Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pameran berkala, lokakarya seni rupa, pendampingan pelukis muda, kurasi karya siswa, serta dokumentasi portofolio peserta sebagai bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

Menurut Asep, investasi dalam pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan seni rupa daerah. Semakin banyak kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk belajar, berkarya, dan berpameran, semakin terbuka pula peluang bagi lahirnya pelukis muda berbakat yang mampu membawa nama Garut ke tingkat regional maupun nasional.

“Tujuan kita bukan hanya menyelenggarakan pameran, tetapi membangun jalur kaderisasi yang berkesinambungan. Guru membimbing, sekolah memfasilitasi, organisasi seni membuka ruang, dan siswa memperoleh kesempatan untuk tumbuh. Dengan sinergi tersebut, Garut dapat menyiapkan generasi pelukis yang kreatif, percaya diri, dan memiliki daya saing,” pungkasnya.

Pameran kolaborasi ini turut melibatkan sejumlah pelukis dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut. Mereka adalah H. Asep Chaeruloh dari Wanaraja, Kang Enceng dari Banyuresmi, Kang Jajang Hidayat dari Pasirwangi, Gus Bachtiar dari Wanaraja, Iwan Hermawan dari Kadungora, Deden Hamdani dari Selaawi, Ibu Heppi dari Garut Kota, Wawan Setiawan dari Tarogong, serta Kang Amat dari Karangpawitan.

Kehadiran para pelukis dari berbagai kecamatan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mengembangkan seni rupa di Kabupaten Garut. Kolaborasi ini sekaligus mempertemukan pengalaman para seniman dengan semangat kreativitas di lingkungan pendidikan.

Melalui kerja sama KSRG dan PGRI Cabang Garut Kota, pameran lukisan guru dan murid diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial peringatan HUT PGRI dan HGN. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi gerakan bersama untuk memperkuat pendidikan seni, memperluas apresiasi masyarakat, dan melahirkan generasi pelukis muda berbakat yang akan meneruskan perkembangan seni rupa di Kabupaten Garut. (Jajang Sukmana)