GARUT – Kekayaan sejarah, keindahan alam, dan jejak kehidupan masa lalu Kabupaten Garut akan dihadirkan melalui goresan seni lukis dalam pameran tunggal bertajuk “Garoet Tempo Doeloe” karya Iwan Muri. Pameran yang mengusung semangat Swiss van Java ini dijadwalkan berlangsung pada 16–20 Januari 2027 di Gedung Pendopo Garut.
Pameran tersebut menjadi ruang ekspresi seni untuk mengangkat kembali wajah Garut pada masa lampau melalui karya-karya lukisan. Dengan pendekatan artistik, suasana dan kenangan tentang Garut tempo dulu dihadirkan kembali sebagai bagian dari perjalanan sejarah dan identitas daerah.
Mengusung tajuk “Garoet Tempo Doeloe”, pameran ini mengajak masyarakat untuk menelusuri kembali jejak masa lalu Garut, mulai dari suasana kehidupan, lanskap alam, hingga berbagai sisi yang merekam perkembangan daerah dari masa ke masa.

Sebutan Swiss van Java yang melekat pada Garut juga menjadi pengingat akan pesona alamnya yang memikat. Keindahan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai historis dan kultural yang layak dirawat serta diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Melalui goresan dan sapuan warna pada kanvas, Iwan Muri menghadirkan seni lukis sebagai medium untuk mengabadikan kenangan. Karya seni tidak sekadar menawarkan keindahan visual, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk merekam perubahan zaman dan membangun kembali ingatan kolektif masyarakat tentang daerahnya.
Penyelenggaraan pameran di Gedung Pendopo Garut turut memberikan makna tersendiri. Sebagai salah satu ruang bersejarah di Kabupaten Garut, Pendopo menjadi tempat yang relevan untuk mempertemukan seni, sejarah, dan kebudayaan dalam sebuah peristiwa apresiasi seni.
Pameran tunggal ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, pencinta seni, pegiat budaya, serta generasi muda untuk lebih mengenal sejarah Garut melalui perspektif seni rupa. Kehadiran karya-karya bertema masa lalu juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan sejarah dan budaya.
“Garoet Tempo Doeloe” bukan sekadar perjalanan visual menuju masa silam, melainkan sebuah ajakan untuk kembali mengenali akar sejarah dan menghargai perubahan yang telah membentuk Garut hingga saat ini.
Melalui pameran ini, semangat Swiss van Java diharapkan terus hidup, tidak hanya dalam ingatan tentang keindahan alam Garut, tetapi juga dalam karya seni yang merekam kisah, identitas, dan perjalanan masyarakatnya.
Iwan Muri menghadirkan Garut dalam goresan, merawat masa lalu melalui lukisan, dan menghidupkan kembali kenangan tentang Swiss van Java. (Jajang Sukmana)
















































