Tanamkan Integritas, Kepala SMKN 15 Garut Ingatkan Siswa: Kejujuran Adalah Mata Uang Terbesar

0
58

GARUT – Di tengah pesatnya arus digitalisasi dan persaingan global, integritas tetap menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan. Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu Tofan Anugrah, M.Pd., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pesantren Ekologi yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (3/3/2026).

Di hadapan para siswa, guru, dan keluarga besar sekolah, Rahayu menegaskan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan seseorang. Menurutnya, dunia kerja saat ini justru lebih membutuhkan individu yang memiliki karakter kuat dan integritas.

“Kita hidup di era kompetisi dan keterbukaan informasi. Namun di tengah semua kecanggihan itu, ada satu nilai yang tidak pernah usang dan tidak tergantikan, yaitu kejujuran. Masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh integritas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena bahwa kecerdasan tanpa akhlak dapat menjadi bumerang. Banyak orang pintar, kata dia, gagal dalam karier karena tidak dapat dipercaya, tidak konsisten, atau menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

Menurut Rahayu, dalam dunia industri bakat memang dapat membuat seseorang menonjol, tetapi kepercayaanlah yang membuat seseorang bertahan.

“Teknisi yang mahir tetapi memalsukan laporan akan diberhentikan, pemimpin yang karismatik namun manipulatif akan ditinggalkan. Kepercayaan adalah mata uang terbesar dalam kehidupan sosial maupun profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kejujuran akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan, di antaranya membangun kepercayaan, menghadirkan rezeki yang berkah, serta memberikan ketenangan batin karena seseorang tidak perlu takut menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.

Menutup sambutannya, Rahayu mengajak para siswa SMKN 15 Garut untuk mulai membiasakan sikap jujur sejak di bangku sekolah, seperti tidak menyontek, tidak memanipulasi laporan praktik, serta menghargai hak orang lain.

“Karakter tidak dibentuk saat sudah bekerja, tetapi dimulai hari ini, di bangku sekolah. Orang cerdas bisa kalah oleh orang tekun, orang berbakat bisa kalah oleh orang disiplin, tetapi orang jujur tidak akan pernah kalah oleh waktu,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Pesantren Ekologi ini, diharapkan para siswa mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan karakter dan spiritual, sehingga lahir generasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas dalam setiap tindakan. (Jajang Sukmana)