GARUT — Kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan yang diselenggarakan SMKN 15 Garut berlangsung penuh makna melalui berbagai program kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara siswa, guru, orang tua murid, manajemen sekolah, serta organisasi Rohani Islam (Rohis).
Ketua penyelenggara kegiatan, Eva Fauzi Nursiami, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter kepedulian sosial, spiritualitas, serta kesadaran lingkungan bagi seluruh warga sekolah.
Dalam laporannya, Eva menyampaikan bahwa selama pelaksanaan program Ramadan, berbagai kegiatan sosial berhasil dilaksanakan. Salah satunya melalui program “Rantang Kanyaah” yang berlangsung selama 15 hari.
Melalui program tersebut, panitia berhasil menyalurkan 950 paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat yang membutuhkan. Paket makanan ini dibagikan setiap hari selama 14 hari berturut-turut sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah.

Selain itu, panitia juga menyalurkan 50 paket sembako yang disertai bantuan uang tunai sebesar Rp250.000 untuk setiap penerima. Bantuan tersebut diberikan kepada fakir miskin dan dhuafa sebagai wujud solidaritas sosial di bulan suci Ramadan.
Dalam kegiatan amal lainnya, panitia turut menghimpun sodakoh jariah sebesar Rp677.500 yang secara khusus diperuntukkan bagi para fakir miskin dan kaum jompo.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, Pesantren Ekologi Ramadan juga mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam rangka menanamkan nilai cinta bumi dan pelestarian alam, siswa bersama guru melakukan penanaman 20 pohon di lingkungan sekitar sekolah.
Sementara itu, Koordinator kegiatan yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Leni Nurainal, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai pendidikan karakter, seperti kejujuran, empati, gotong royong, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Program ini tidak hanya mengajarkan ibadah secara ritual, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan kecintaan terhadap bumi. Semua kegiatan terlaksana berkat kolaborasi antara siswa, guru, orang tua murid, manajemen sekolah, serta Rohis SMKN 15 Garut,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan ini ditutup dengan acara santunan kepada fakir miskin dan dhuafa sebagai puncak dari program Rantang Kanyaah yang telah berjalan selama 15 hari.
Melalui kegiatan ini, SMKN 15 Garut berharap nilai-nilai kepedulian sosial, spiritualitas Ramadan, serta kesadaran menjaga lingkungan dapat terus tertanam dalam diri para siswa dan menjadi budaya positif, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. (Jajang Sukmana)




































