FLS3N 2026 Tingkat SD Se-Garut Kota Digelar, Sekretaris Kegiatan Tekankan Pentingnya Registrasi BPTI

0
43

Garut – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2026 tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Garut Kota berlangsung di Kompleks SDN 1 dan 2 Kota Kulon, Jalan Ciledug No. 213, Kelurahan Kota Kulon, Kamis (7/5/2026). Kegiatan mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya.”

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kegiatan, H. Asep Saepul Mukti, yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 2 Kota Kulon. Pembukaan turut dihadiri sejumlah kepala sekolah, panitia pelaksana, serta dewan juri.

Dalam pelaksanaannya, FLS2N mempertandingkan tujuh cabang lomba, yakni Mendongeng, Tari, Kriya, Pantomim, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, dan Gambar Bercerita.

Dalam kesempatan ini, H. Asep Saepul Mukti menegaskan bahwa peserta terbaik yang meraih juara pertama akan mewakili Kecamatan Garut Kota ke tingkat Kabupaten Garut. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi, khususnya pengisian data peserta melalui sistem Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang berlaku, siswa yang tidak terdaftar dalam sistem BPTI sebenarnya tidak diperbolehkan mengikuti perlombaan. Namun hasil koordinasi panitia tingkat kecamatan masih memberikan toleransi dengan membuka kembali tautan pendaftaran tingkat kecamatan bagi peserta yang belum terdata.

“Peserta yang belum mengisi link BPTI masih diberikan kesempatan mengikuti lomba melalui pendataan tingkat kecamatan. Tetapi apabila nantinya menjadi juara dan tetap tidak tercatat di sistem BPTI, maka bisa saja didiskualifikasi di tingkat kabupaten,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya terdapat tiga siswa perwakilan Garut Kota yang akhirnya dicoret saat tingkat kabupaten karena persoalan administrasi dan tidak tercatat dalam sistem BPTI.

Karena itu, H. Asep menekankan bahwa persoalan administrasi bukan menjadi kesalahan siswa, melainkan tanggung jawab guru pembimbing, operator sekolah, dan kepala sekolah.

“Anak-anak jangan sampai menjadi korban karena administrasi yang tidak lengkap. Maka pengisian data di BPTI harus benar-benar diperhatikan oleh pihak sekolah,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta seluruh sekolah untuk lebih disiplin dalam proses pendaftaran peserta pada tahun-tahun berikutnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Melalui FLS2N 2026 ini, diharapkan lahir siswa-siswi berbakat yang tidak hanya unggul dalam bidang seni dan sastra, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.(Jajang Sukmana)