SD IT Al-Furqon Perkuat Kompetensi Guru melalui Pembelajaran Numerasi dan Kokurikuler

0
41

GARUT — SD IT Al-Furqon terus memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui kegiatan In House Training (IHT) bertema “Penguatan Pembelajaran Numerasi dan Kokurikuler”. Kegiatan yang mengusung tagline “Guru Hebat, Pembelajaran Kuat” tersebut berlangsung di ruang kelas lantai 2 SD IT Al-Furqon, Jalan Pasundan No. 36, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kapasitas guru agar mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

IHT menghadirkan dua narasumber, yakni Koordinator Pengawas (Korwas) Pudin, M.Pd., yang memberikan penguatan terkait pembelajaran numerasi, serta Pengawas Wawan Sopyan, M.Pd., yang membahas penguatan pembelajaran kokurikuler.

Kepala SD IT Al-Furqon, Latifah, M.Pd., mengatakan peningkatan kompetensi guru merupakan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, guru dituntut untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

“Guru perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya. Dengan demikian, pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir, bernalar, berkolaborasi, dan memecahkan masalah,” ujarnya.

Dalam sesi penguatan numerasi, para guru diarahkan untuk memahami bahwa numerasi tidak sebatas kemampuan berhitung atau menguasai operasi matematika. Numerasi merupakan kecakapan dalam memahami, menggunakan, dan menerapkan konsep serta informasi matematis untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, penguatan numerasi diharapkan dapat diterapkan secara lintas pembelajaran. Guru didorong untuk merancang aktivitas yang memungkinkan peserta didik menggunakan kemampuan numerasinya dalam situasi yang nyata, sehingga konsep yang dipelajari tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, materi kokurikuler memberikan penguatan kepada guru mengenai pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan berbagai kompetensi.

Pembelajaran kokurikuler diharapkan dapat dirancang secara selaras dengan proses pembelajaran, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas yang mendorong keterlibatan, kolaborasi, kreativitas, serta penerapan pengetahuan dalam berbagai situasi.

Melalui IHT tersebut, para guru SD IT Al-Furqon tidak hanya memperoleh penguatan secara konseptual, tetapi juga didorong untuk menerjemahkan materi yang diperoleh ke dalam strategi pembelajaran di kelas.

Sekolah berharap kegiatan peningkatan kompetensi tersebut memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses belajar mengajar. Guru diharapkan semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh.

Dengan semangat “Guru Hebat, Pembelajaran Kuat”, IHT diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari proses pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. (Jajang Sukmana)