SMPN 1 Pameungpeuk Kembangkan Kokurikuler Literasi, Murid Berkreasi melalui 1.000 Kerudung

0
95

GARUT – SMP Negeri 1 Pameungpeuk, Kabupaten Garut, terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan murid melalui kegiatan kokurikuler literasi. Salah satu bentuk kegiatan yang menarik perhatian adalah pembuatan 1.000 kerudung hasil karya murid yang dikerjakan di lingkungan sekolah di Jalan Raya Cilauteureun No. 134, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (20/10/2026).

Kepala SMPN 1 Pameungpeuk, Rukmana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan informasi mengenai kegiatan tersebut saat mengikuti sosialisasi pemanfaatan Platform Indonesia Belajar (Pijar) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bekerja sama dengan Telkom Garut di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan No. 43, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (20/10/2026).

Melalui kegiatan kokurikuler literasi ini, sekolah berupaya menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi di dalam kelas, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, ketekunan, dan kemampuan menghasilkan karya nyata.

Pembuatan 1.000 kerudung menjadi salah satu bentuk aktivitas produktif yang dapat mendukung pembelajaran kontekstual. Dalam prosesnya, murid berkesempatan mengenal tahapan pengerjaan produk, melatih ketelitian, serta membangun sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan.

Kegiatan tersebut juga menjadi peluang bagi sekolah untuk menghubungkan literasi dengan keterampilan praktis. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kecakapan memahami informasi, mengembangkan gagasan, serta menerapkan pengetahuan dalam kegiatan yang bermanfaat.

Pengembangan kegiatan kokurikuler semacam ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar murid sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri, semangat berkarya, dan budaya kolaborasi di lingkungan sekolah.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, kreativitas dan keterampilan praktis tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, inovasi yang dikembangkan sekolah dapat menjadi ruang bagi murid untuk belajar secara lebih bermakna, mengasah potensi diri, serta mempersiapkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, SMPN 1 Pameungpeuk menunjukkan upaya untuk menjadikan sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, melainkan juga ruang tumbuhnya kreativitas, karakter, dan produktivitas murid. (Jajang Sukmana)