GARUT – Sekolah dasar swasta menunjukkan daya tarik tersendiri di tengah masyarakat Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang diambil pada Selasa (20/10/2026), sebanyak 4.827 peserta didik tercatat menempuh pendidikan di 16 sekolah dasar swasta. Sementara itu, 10.992 peserta didik tersebar di 54 sekolah dasar negeri (SDN).
Secara keseluruhan, Kecamatan Garut Kota memiliki 15.819 peserta didik yang tersebar di 70 sekolah dasar, terdiri atas 54 SD negeri dan 16 SD swasta. Data tersebut memberikan gambaran mengenai sebaran peserta didik sekaligus menunjukkan besarnya daya tampung sekolah dasar negeri dan swasta di wilayah perkotaan Garut.
Di antara sekolah swasta, SDIT Atikah Musaddad menempati posisi teratas dengan 609 peserta didik. Disusul SD GIS Prima Insani sebanyak 515 peserta didik, SD Muhammadiyah 5 dengan 486 peserta didik, SD Muhammadiyah 2 sebanyak 479 peserta didik, SDIT Al-Bayyinah dengan 447 peserta didik, serta SD Muhammadiyah 1 yang menampung 328 peserta didik.
Adapun sekolah swasta dengan jumlah peserta didik paling sedikit dalam data tersebut adalah SD Pasundan, yakni sebanyak 87 peserta didik.
Sementara itu, pada kelompok negeri, SDN 1 Kota Kulon menempati urutan teratas dengan 515 peserta didik. Posisi berikutnya ditempati SDN 2 Kota Kulon dengan 503 peserta didik, SDN 7 Regol sebanyak 344 peserta didik, SDN 4 Cimuncang dengan 316 peserta didik, SDN 4 Sukanegla sebanyak 315 peserta didik, serta SDN 1 Kota Wetan dengan 299 peserta didik.
Sebaliknya, tiga SD negeri dengan jumlah peserta didik paling sedikit adalah SDN 1 Ciwalen dengan 92 peserta didik, SDN 5 Kota Kulon sebanyak 66 peserta didik, dan SDN 5 Muarasanding dengan 58 peserta didik.

Total sekolah: 70 sekolah
SD Negeri: 54 sekolah (77,1%)
SD Swasta: 16 sekolah (22,9%)

Total peserta didik: 15.819 siswa
SD Negeri: 10.992 siswa (69,5%)
SD Swasta: 4.827 siswa (30,5%)

Rata-rata per sekolah:
SD Negeri: 203 siswa/sekolah
SD Swasta: 302 siswa/sekolah
(SD Swasta rata-rata lebih padat siswanya).
Berdasarkan perbandingan jumlah peserta didik, sekolah negeri masih menampung mayoritas peserta didik SD di Garut Kota. Namun, jumlah 4.827 peserta didik di sekolah swasta juga menunjukkan bahwa lembaga pendidikan swasta memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan dasar masyarakat.
Data ini dapat menjadi bahan awal untuk memetakan persebaran peserta didik, termasuk mengidentifikasi sekolah dengan jumlah murid relatif tinggi maupun rendah. Meski demikian, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa masyarakat secara umum telah beralih dari sekolah negeri ke sekolah swasta.
Untuk memastikan kecenderungan pilihan masyarakat, diperlukan data pembanding dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendaftar baru, serta perkembangan jumlah peserta didik pada setiap satuan pendidikan.
Di sisi lain, pemetaan jumlah peserta didik dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi dan perencanaan kebutuhan pendidikan, mulai dari distribusi guru, pengelolaan rombongan belajar, ketersediaan ruang kelas, kondisi bangunan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.
Jumlah peserta didik juga tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai kualitas sekolah. Sekolah dengan jumlah murid besar maupun kecil tetap perlu dinilai berdasarkan berbagai aspek, termasuk mutu pembelajaran, ketersediaan tenaga pendidik, kondisi fasilitas, serta pemenuhan standar pelayanan pendidikan.
Karena itu, data Dapodik per 20 Oktober 2026 ini perlu dibaca secara proporsional dan disesuaikan dengan periode pemutakhiran data yang menjadi rujukan. Dengan analisis lebih lanjut, pemetaan tersebut diharapkan dapat mendukung perencanaan pendidikan dasar yang lebih tepat sasaran, merata, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di Kecamatan Garut Kota. (*)















































