Pembukaan HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 Garut Kota Berlangsung Spektakuler

0
108

GARUT — Mengusung konsep back to nature yang dipadukan dengan nuansa budaya Sunda, pembukaan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-32 tingkat PGRI Cabang Garut Kota berlangsung meriah dan spektakuler, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung PGRI Cabang Garut Kota, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, tersebut mengangkat tema “Solidaritas Guru Berkualitas, Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat”, dengan semangat kebersamaan melalui slogan “Satu Guru, Satu Semangat, Satu PGRI, untuk Indonesia Maju.”

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penyambutan para pimpinan PGRI, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pengawas, kepala sekolah, serta para guru melalui prosesi adat Sunda yang menampilkan tradisi lengser. Penyambutan bernuansa budaya tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal dalam momentum peringatan hari besar organisasi profesi guru.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne PGRI, penampilan operet, serta sambutan-sambutan. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas di antara para guru dan pemangku kepentingan pendidikan di Kecamatan Garut Kota.

Ketua Pelaksana, Risman Munajat, S.Pd., M.Pd.

Ketua pelaksana, Risman Munajat, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 di tingkat Cabang Garut Kota diisi dengan beragam kegiatan yang melibatkan para guru.

Menurutnya, rangkaian kegiatan diawali dengan lomba fashion show dan bazar makanan, serta cek kesehatan gratis. Selanjutnya, lomba sambung lirik dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian kegiatan berikutnya, disusul lomba bola voli putra dan putri pada 21–22 Oktober 2026.

Pada 26–30 Oktober 2026, kegiatan akan diisi dengan bazar makanan, bazar pakaian layak pakai, serta pameran lukisan. Sementara itu, lomba memasak mi goreng dijadwalkan pada 5 November 2026.

“Puncak kegiatan akan ditutup dengan resepsi dan pemberian penghargaan kepada guru-guru yang berdedikasi, khususnya di Kecamatan Garut Kota,” ungkap Risman.

Ia juga menjelaskan bahwa selain menyelenggarakan kegiatan di tingkat cabang, PGRI Cabang Garut Kota turut berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT PGRI tingkat Kabupaten Garut.

Risman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru, pengurus PGRI, pengawas sekolah, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat sehingga tidak hanya menyukseskan peringatan HUT PGRI dan HGN, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Garut Kota.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Garut Kota, Rahmat, S.Pd., yang diwakili Wakil Ketua II, Sudrajat Cahya Gumilar, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa momentum HUT PGRI dan HGN merupakan kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas dan kualitas guru.

Wakil Ketua II, Sudrajat Cahya Gumilar, S.Pd., M.Pd.

Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi kunci utama dalam perjuangan meningkatkan profesionalisme pendidik di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat.

“Tidak ada guru yang dapat berjuang sendiri. Di tengah perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi, kita harus mampu mengikuti perkembangan. Jangan hanya diam di tempat, tetapi teruslah belajar dan meningkatkan kompetensi,” ucap Sudrajat.

Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan HUT PGRI dan HGN dapat menjadi kekuatan bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan profesionalisme, serta menjalankan tugas pendidikan dengan penuh tanggung jawab.

Pembukaan rangkaian peringatan tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd., beserta unsur Forkopimcam Garut Kota. Kehadiran para pimpinan dan pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran PGRI dalam memperkuat solidaritas guru dan mendorong kemajuan pendidikan. (Jajang Sukmana)