Pertama di Kabupaten Garut, PGRI Cabang Cilawu Gelar Bimtek Nembang Pupuh untuk Guru

0
85
Ketua PGRI Cabang Cilawu, Drs. Ahmadin, M.M.Pd., bersama Ketua Pelaksana, H. Dede Mulyana, S.Pd., M.Pd.

Garut, Rabu (14/10/2026) — Dalam upaya melestarikan seni dan budaya Sunda sekaligus meningkatkan kompetensi guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cilawu menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Nembang Pupuh dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-32 Tahun 2026.

Kegiatan yang disebut sebagai pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Garut tersebut mengusung tema “Ngaronjatkeun Karoncagean Nembang Pupuh, Pikeun Ngamumule Seni jeung Budaya Sunda” atau meningkatkan keterampilan menembang pupuh untuk melestarikan seni dan budaya Sunda.

Panitia menghadirkan ahli nembang pupuh, Jajang Aa Rahmat, S.Pd., M.M.Pd., sebagai narasumber untuk memberikan materi dan pembekalan kepada para peserta.

Bimtek dipusatkan di Gedung PGRI Cabang Cilawu, Jalan Raya Garut–Tasikmalaya Km 7, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Cilawu. Kegiatan ini diikuti 81 peserta yang berasal dari 12 ranting, dengan perwakilan dari 72 sekolah dasar (SD), dua sekolah menengah pertama (SMP), dan satu sekolah menengah kejuruan (SMK).

Ketua pelaksana, H. Dede Mulyana, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua PGRI Cabang Cilawu, Drs. Ahmadin, M.M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarkan seni nembang pupuh kepada murid serta mempersiapkan peserta didik menghadapi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).

Menurut Dede, pembekalan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni pada 6, 7, 8, dan 14 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan tidak hanya memahami teknik menembang pupuh, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan dan keterampilannya kepada murid di sekolah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa guru harus memiliki karakter rancagé, yakni pintar, cerdas, dan terampil, sehingga mampu mengembangkan pembelajaran seni dan budaya secara kreatif serta menarik.

Dari total 81 peserta yang mengikuti bimtek, sebanyak 27 orang melanjutkan kegiatan dengan mengikuti lomba Nembang Pupuh antarguru yang diselenggarakan setelah pembekalan. Lomba tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk mempraktikkan kemampuan yang telah diperoleh selama bimtek.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Cilawu, Drs. Ahmadin, M.M.Pd., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membekali guru agar mampu menembang pupuh dengan baik, sekaligus memberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melalui perlombaan antarguru.

Menurutnya, peserta dapat menampilkan kemampuan secara perorangan maupun dalam tim. Namun, penilaian lomba tetap dilakukan terhadap setiap peserta secara individu.

Adapun aspek yang menjadi penilaian meliputi kualitas vokal, ekspresi, penampilan, serta penguasaan panggung. Penilaian tersebut diharapkan dapat mendorong guru untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menampilkan seni tradisional Sunda.

Panitia menyiapkan penghargaan bagi Juara I, II, dan III, Juara Harapan I, II, dan III, serta kategori favorit yang penetapannya disesuaikan dengan kondisi dan hasil perlombaan.

Bimtek dan lomba tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran guru sebagai pendidik sekaligus pelestari kebudayaan daerah. Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 PGRI dan HGN ke-32 Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum mempererat solidaritas guru, tetapi juga sarana nyata untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda di Kabupaten Garut.

“Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Cilawu berharap para guru semakin terampil dalam menguasai seni nembang pupuh dan mampu mengenalkannya kepada generasi muda melalui kegiatan pembelajaran di sekolah,” pungkas Ahmadin. (Jajang Sukmana)