SD Muhammadiyah 2 Garut Kota Gelar Wukuf Qabilah, Bekali Pandu Athfal Menuju Pandu Pengenal

0
11

GARUT – SD Muhammadiyah 2 Garut Kota menggelar Wukuf Qabilah Weekend Camp Hizbul Wathan Scouting Movement pada Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) di Bumi Perkemahan Wisata Domba (De Wisdom), Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses peralihan tingkat Pandu Athfal menuju Pandu Pengenal sekaligus sarana pembinaan keimanan, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan peserta didik.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Qabilah 100501003–100501004, Pangkalan KH. Mas Mansur dan RA. Kartini tersebut diikuti 154 peserta didik kelas IV, V, dan VI dari rombongan belajar A, B, dan C.

Mengusung tema “Menggali Potensi HW secara Holistik, Mendaki Karakter Akhlakul Karimah demi Qabilah yang Islami, Berkemajuan dan Unggul”, kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, akhlak, kemandirian, kepemimpinan, maupun kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui perkemahan di alam terbuka, para peserta memperoleh pengalaman belajar yang memadukan pendidikan karakter dengan aktivitas kepanduan. Mereka dibiasakan untuk hidup mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki ketahanan mental dan fisik, serta membangun kerja sama dan mempererat ukhuwah dengan sesama peserta, guru, dan pembina.

Pembinaan juga diarahkan pada penguatan akidah dan akhlak Islami. Para pandu diharapkan tumbuh menjadi pribadi muslim yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadis, membiasakan perilaku terpuji, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dengan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, semangat kebersamaan, gotong royong, dan jiwa korsa dikembangkan untuk menumbuhkan kekompakan sekaligus kemampuan kepemimpinan. Peserta juga didorong menerapkan semangat fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan, baik selama mengikuti kegiatan kepanduan maupun ketika berada di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Nilai-nilai spiritual dan kepedulian lingkungan diperkuat melalui tadabur alam. Peserta diajak mengenali dan menafakuri ciptaan Allah SWT, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan. Sementara itu, renungan malam, api unggun, dan refleksi diri menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengevaluasi sikap dan perilaku serta memotivasi peserta agar terus memperbaiki diri.

Ketua panitia, Kiki Zakaria, S.Pd.I., mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang menjadi program rutin sekolah dan diselenggarakan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, pembinaan Hizbul Wathan diharapkan tidak hanya memperkuat keterampilan kepanduan, tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Garut Kota, H. Asep Mukti, M.Pd.; Pengawas Bina, H. Ajat Sudrajat, M.Pd.; Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Garut Kota, H. Asep Irfan, S.Ag., M.M.; Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCM Garut Kota, H. Luqman Nulhakim, M.Ag.; Ketua Komite, Irwan Supriyanto, S.Pd.I., M.Pd.; serta perwakilan Kwartir Daerah Pandu Hizbul Wathan Garut, Rizal Sabiq, S.Pd.I.

Kepala SD Muhammadiyah 2 Garut Kota, Aji Suryadi, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa Wukuf Qabilah bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan momentum penting dalam membentuk kedewasaan sikap dan memperkuat karakter peserta didik ketika memasuki tahap kepanduan yang lebih tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT, menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, serta membiasakan mereka menerapkan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Aji, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang mandiri, disiplin, berani, dan bertanggung jawab. Peserta didik diharapkan mampu mengelola diri, menghargai waktu, menaati aturan, serta menjalankan setiap amanah dengan sebaik-baiknya.

“Kami ingin menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan keberanian anak-anak agar mereka siap menghadapi tantangan, mampu mengambil keputusan yang baik, serta dapat menjadi teladan bagi teman-temannya. Pada saat yang sama, ukhuwah, semangat saling menolong, dan kebersamaan harus terus diperkuat,” katanya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap alam juga menjadi nilai penting yang ditanamkan melalui pengalaman belajar di luar kelas. Menjaga lingkungan, menurutnya, merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus tanggung jawab manusia terhadap ciptaan-Nya.

Aji menegaskan bahwa peralihan dari Pandu Athfal menuju Pandu Pengenal harus dimaknai sebagai tahap pendewasaan, bukan sekadar pergantian jenjang kepanduan.

“Peralihan ini harus menjadi momentum bagi anak-anak untuk semakin dewasa dalam bersikap, lebih bertanggung jawab dalam belajar dan beribadah, serta lebih baik dalam berorganisasi dan mengamalkan nilai-nilai kepanduan,” tuturnya.

Ia berharap pembinaan melalui Hizbul Wathan dapat melahirkan kader Persyarikatan Muhammadiyah yang unggul, Islami, dan berkemajuan. Generasi yang dibangun, lanjutnya, bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, matang secara emosional, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap seluruh pengalaman selama kegiatan ini menjadi pembelajaran yang berharga dan tidak berhenti ketika perkemahan berakhir. Nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, keberanian, kepedulian, dan kebersamaan hendaknya terus tumbuh serta diterapkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Aji juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina, guru pendamping, panitia, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap setiap ikhtiar dalam mendidik generasi muda menjadi amal saleh yang membawa manfaat bagi tumbuh kembang peserta didik.

“Mari kita didik generasi yang bukan hanya berani melangkah, tetapi juga memiliki arah; bukan hanya mampu memimpin, tetapi juga siap mengabdi; serta bukan hanya berprestasi, tetapi senantiasa berlandaskan iman dan akhlak mulia. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dalam mewujudkan SD Muhammadiyah 2 Garut Kota sebagai sekolah yang unggul, Islami, dan berkemajuan,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)