GARUT – SD Negeri 3 Pakuwon sukses menggelar Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 16–17 Oktober 2026. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah, Jalan Mawar No. 16, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang cerdas, tangguh, disiplin, mandiri, dan berkarakter.
Perjusa dibuka oleh Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Pudin, S.Pd., M.Pd., bersama pengawas bina, Wawan Sopyan, S.Pd., M.Pd., dan kepala SDN 3 Pakuwon, Hartinah, S.Pd. Kehadiran jajaran pendidikan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembinaan karakter sekaligus pengembangan potensi peserta didik di luar pembelajaran formal.
Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas IV hingga kelas VI, dengan melibatkan pula murid kelas III. Sejumlah alumni turut berpartisipasi, sehingga menambah semarak perkemahan sekaligus mempererat kebersamaan antara peserta didik, alumni, dan keluarga besar SDN 3 Pakuwon.

Mengusung semangat “Cerdas, Tangguh, Berkarakter, dan Berprestasi”, Perjusa dirancang sebagai wahana belajar melalui pengalaman langsung. Berbagai aktivitas kepramukaan mendorong peserta didik mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama.
Pembina Pramuka SDN 3 Pakuwon, Ka Ade Yusup, S.Pd., M.Pd., MCE, menegaskan bahwa Perjusa bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana pembiasaan karakter yang nyata bagi peserta didik.
“Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) SDN 3 Pakuwon ini kami selenggarakan bukan sekadar kegiatan rutinitas biasa, melainkan ruang pembiasaan karakter nyata melalui implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH),” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan perkemahan menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mempraktikkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Selama mengikuti kegiatan, mereka dilatih untuk bangun pagi dan tidur tepat waktu, rajin beribadah secara berjamaah, mengawali hari dengan berolahraga dan senam bersama, serta menikmati makanan sehat dan bergizi melalui semangat gotong royong ant regu.
Selain itu, peserta didik juga didorong untuk tetap rajin belajar, mengasah keterampilan kepramukaan atau life skills, serta membiasakan diri hidup bermasyarakat dan saling peduli. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menanamkan pola hidup sehat, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab sejak dini.
“Melihat kemandirian dan antusiasme mereka, saya yakin pembiasaan positif di tenda ini akan terus terbawa ke ruang kelas, lingkungan rumah, dan kehidupan sehari-hari mereka,” tambah Ka Ade Yusup.
Melalui kegiatan perkemahan, peserta didik juga memperoleh pengalaman beradaptasi dengan lingkungan, menaati aturan, menghadapi tantangan, serta membangun kekompakan bersama teman-temannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam melatih keberanian, ketangguhan, dan kemampuan bekerja sama.
Keterlibatan alumni turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Perjusa. Selain memperkuat ikatan kekeluargaan, kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan berani meraih prestasi. (Jajang Sukmana)













































