219 Guru dan Kepala Sekolah Gugus 2 Tarogong Kidul Ikuti Bimtek Penguatan Profesionalisme dan Inovasi Pembelajaran

0
187

GARUT – Sebanyak 219 guru dan kepala sekolah yang tergabung dalam Gugus 2 Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di SDN 5 Sukagalih, Jl. Patriot Dalam, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (30/7/2025) mulai pukul 10.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik sesuai dengan regulasi terbaru dalam dunia pendidikan. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Profesionalisme Kepala Sekolah dan Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan Inovasi Digital untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu.”

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain H. Ajat Sudrajat, M.Pd. (Koordinator Wilayah), Elin Ruslina, M.Pd. (Koordinator Pengawas), Ida Siti Farida, M.Pd. (Pengawas Sekolah), dan Ariana, M.Pd. (Fasilitator Kepala Sekolah).

Ketua Gugus 2, Agus, S.Pd., mengingatkan pentingnya mengikuti bimtek secara utuh hingga selesai. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bekal yang sangat penting bagi guru dan kepala sekolah dalam menghadapi berbagai perubahan kebijakan pendidikan. Ia menyampaikan bahwa saat ini terjadi beberapa penyempurnaan dalam implementasi pembelajaran, terutama terkait pendekatan pembelajaran mendalam yang menjadi fokus utama.

“Saya berharap kegiatan ini diikuti sampai tuntas. Sebab, banyak hal yang mungkin baru, atau belum kita pahami betul. Di sini pentingnya kita semua menyimak materi dari narasumber maupun rekan-rekan yang sudah mendapat pelatihan sebelumnya,” ujarnya.

Agus juga menjelaskan bahwa peserta akan dibagi dalam beberapa kelas untuk memaksimalkan proses pembelajaran. “Ada lima kelas yang digunakan dalam kegiatan ini, dan kami manfaatkan sebaik mungkin agar materi dapat diterima secara optimal oleh semua peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Korwil Kecamatan Tarogong Kidul, H. Ajat Sudrajat, M.Pd., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menekankan bahwa pelaksanaan bimtek per gugus seperti ini dilakukan agar seluruh guru dapat lebih fokus dan menyerap materi secara langsung dari para narasumber.

“Dengan format per gugus, kami berharap tidak ada kesalahan pemahaman dalam menerima ataupun menyampaikan materi. Guru harus siap menghadapi tantangan dan perubahan, meskipun sebenarnya bukan kurikulum baru, tetapi ada penyempurnaan terutama dalam strategi pembelajaran mendalam,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam ini merupakan strategi yang perlu dikuasai guru untuk mengembangkan modul terbuka dan RPP yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

“Ini bukan kurikulum baru, tetap Kurikulum Merdeka. Namun ada penekanan pada strategi pembelajaran mendalam, yang akan membuat proses belajar lebih bermakna dan kontekstual,” tutupnya.

Dengan semangat peningkatan mutu pendidikan, kegiatan bimtek ini diharapkan mampu mendorong para pendidik di Kecamatan Tarogong Kidul menjadi lebih profesional dan adaptif terhadap inovasi dalam dunia pendidikan. ***Jajang Sukmana