Siswa SD Regol dan Cilawu Tampil Memukau di Sela HBH dan Seminar PG PPPK Garut

0
65

Garut, 2 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam kegiatan Halal Bihalal (HBH) dan Seminar yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PG PPPK) Kabupaten Garut semakin semarak dengan penampilan seni dari para siswa sekolah dasar. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Paripurna PGRI Kabupaten Garut, Jl. Pasundan No. 41, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu (2/5/2026).

Di sela waktu istirahat kegiatan, para siswa dari SDN 7 Regol (Kiansantang) dan SDN 2 Cilawu tampil memukau dan berhasil mencuri perhatian seluruh peserta yang hadir. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan kekayaan seni tradisional Sunda yang terus dilestarikan sejak usia dini.

Adapun para penampil terdiri dari Kafiya Kiasatina Risyadi, siswa kelas 5 SDN 7 Regol yang memainkan alat musik kecapi dengan penuh penghayatan. Kemudian Azkayra Putri Syahmi, siswa kelas 4 SDN 7 Regol yang menampilkan karawitan dengan apik. Sementara itu, Mohamad Irsyad, siswa kelas 2 SDN 2 Cilawu, turut memeriahkan penampilan dengan permainan kendang yang energik dan ritmis.

Ketiga siswa tersebut tergabung dalam Sanggar Warak Satya yang dipimpin oleh Yulis Nurparidah, S.Pd., guru dari SDN 7 Regol. Melalui sentuhan pembinaan yang konsisten, sanggar ini mampu melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga percaya diri tampil di hadapan publik.

Yulis Nurparidah menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap para peserta didiknya. “Kami ingin menanamkan kecintaan terhadap seni budaya sejak dini. Anak-anak ini luar biasa, mereka berlatih dengan tekun dan tampil dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan ini menjadi awal bagi mereka untuk terus berkembang dan melestarikan budaya bangsa,” ujarnya.

Penampilan tersebut pun mendapatkan apresiasi meriah dari para peserta HBH dan seminar. Tepuk tangan dan pujian mengalir sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan keberanian para siswa dalam menampilkan seni tradisional di forum resmi.

Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penting dalam mengembangkan bakat, karakter, serta kecintaan terhadap budaya lokal. Penampilan siswa SD Regol dan Cilawu ini menjadi inspirasi bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan menghidupkan warisan budaya bangsa. (Jajang Sukmana)