Garut, 2 Mei 2026 — Kegiatan Halal Bihalal (HBH) dan Seminar yang diselenggarakan oleh PG PPPK Kabupaten Garut berlangsung khidmat di ruang Paripurna PGRI Kabupaten Garut, Jl. Pasundan No. 41, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, pada Sabtu (2/5/2026).
Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., bersama Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat, S.Pd., serta Ketua PGRI Kabupaten Garut, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd. beserta jajaran pengurus dan pembina PGRI Kabupaten Garut, perwakilan BKD.
Seminar menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah dan organisasi profesi, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Ketua PGRI Kabupaten Garut, serta perwakilan BKD Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas guru PPPK dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Ketua panitia, Mahpud Mujiadin, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan, baik dalam proses pembelajaran maupun tata kelola administrasi.
“Guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan profesional. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kita ingin mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman terkait digitalisasi pendidikan dan sistem merit bagi PPPK,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta PPPK dari berbagai angkatan, baik penuh waktu maupun paruh waktu. Rangkaian acara dikemas dalam tiga sesi, yakni seremoni pembukaan, seminar dan diskusi, serta dialog organisasi.

Mahpud juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para sponsor seperti Bank BJB dan Salegar, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya niat dalam setiap aktivitas sebagai bagian dari ibadah.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Halal bihalal mungkin biasanya dilakukan setelah Idulfitri, namun selama memberikan manfaat dan mempererat silaturahmi, tentu sangat baik untuk terus dilakukan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi profesi guru di bawah naungan PGRI. Ia berharap tidak terjadi persaingan yang tidak sehat di kalangan guru PPPK.
“Jangan terlalu banyak kelompok, cukup PGRI sebagai rumah bersama. Energi kita sebaiknya digunakan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, bukan untuk bersaing secara tidak sehat,” tegasnya.
Kadisdik juga mendorong agar berbagai persoalan yang dihadapi guru dapat disampaikan melalui organisasi PGRI sebagai wadah resmi yang aktif menampung aspirasi dan memberikan solusi.
Selain itu, ia turut menyinggung berbagai isu strategis pendidikan di Kabupaten Garut, termasuk pemerataan guru, tantangan mutasi dan promosi ASN, serta upaya peningkatan rata-rata lama sekolah (RLS) yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Kegiatan Halal Bihalal dan seminar ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Garut secara berkelanjutan. (Jajang Sukmana)

































