SMKN 15 Garut Gelar Pembelajaran Mendalam, Hadirkan Pakar Industri dan Akademisi

0
90
Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu, M.Pd.

Garut, 27 November 2025 – SMKN 15 Garut sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan sukses menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan menghadirkan tiga pakar dari dunia industri dan akademisi. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dan guru, sekaligus menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (27/11/2025) tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era Industri 4.0.

Tiga narasumber hadir sebagai Guru Tamu dan membagikan wawasan sesuai bidang keahliannya antara lain: Apt. Aji Najihudin, M.Farm. (Dosen Universitas Garut/General Manager PT. Berkah Alam Nusantara yang memaparkan perkembangan terbaru dunia farmasi dan manajemen industri, memberikan perspektif gabungan antara sisi akademis dan kebutuhan praktis industri.

Abdul Aziz Pardon, S.Par., MOS (Direktur PT. Specta Grup Nusa), dengan latar belakang di bidang pariwisata dan kewirausahaan, ia membahas strategi mengelola bisnis, peluang karier, serta tantangan sektor pariwisata yang terus berkembang.

Iman Rahayu, S.Kep., Ners (Perwakilan UPT Puskesmas Pameungpeuk) yang membagikan pengalaman langsung terkait pelayanan kesehatan primer, memberikan pemahaman relevan bagi siswa yang menempuh jurusan kesehatan.

Sementara itu, Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu, M.Pd., melalui telepon selulernya menegaskan pentingnya kegiatan guru tamu dalam meningkatkan mutu pembelajaran. “Program Pembelajaran Mendalam dengan menghadirkan para pakar ini adalah wujud nyata upaya kami memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa relevan, up-to-date, dan sesuai tuntutan industri. Kami berterima kasih kepada para Guru Tamu yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman berharga,” ujar Rahayu.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif berdiskusi, bertanya, dan terlibat langsung dalam simulasi maupun studi kasus yang diberikan para pakar. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik industri mampu: meningkatkan motivasi belajar, memperluas sudut pandang siswa, memberi gambaran nyata mengenai jenjang karier di masa depan.

SMKN 15 Garut berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari penguatan implementasi program SMK Pusat Keunggulan. Kehadiran para pakar diharapkan terus memberi dampak positif bagi ekosistem pendidikan kejuruan di sekolah tersebut. ***Jajang Sukmana