Apel Pagi Gabungan, Kadisdik Garut Tekankan Kepatuhan Aturan dan Pelayanan Bahagia

0
148

GARUT — Apel pagi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Selasa (20/1/2026), tampak berbeda dari biasanya. Selain diikuti jajaran pegawai dinas, apel yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, ini juga dihadiri para pengawas TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Garut.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si. Dalam amanatnya, Asep Wawan menyampaikan sejumlah arahan strategis kedinasan, mulai dari penguatan mental aparatur, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi, hingga penataan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Asep Wawan mengajak seluruh aparatur pendidikan untuk tetap bersemangat dan tidak menyerah dalam menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada berbagai persoalan dan tantangan di lapangan. Menurutnya, masalah merupakan bagian wajar dari dinamika kerja, khususnya dalam pelayanan publik.

“Selama kita bekerja, masalah dan kesulitan pasti ada. Yang penting jangan menyerah. Kunci utamanya adalah meningkatkan kompetensi diri agar setiap persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aturan dan regulasi merupakan pelindung bagi aparatur dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, seluruh pegawai diminta memahami dan bekerja sesuai dengan dasar hukum, SOP, serta tupoksi masing-masing.

“Kalau kita bekerja sesuai aturan, kita tidak perlu gelisah. Aturan itu pelindung kita. Apa pun yang kita lakukan harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Wawan juga menyinggung dinamika kritik publik terhadap sejumlah kegiatan kedinasan. Ia menegaskan bahwa selama kegiatan dilaksanakan sesuai aturan dan tidak menggunakan anggaran yang dilarang, maka tidak perlu gentar menghadapi berbagai komentar maupun sorotan.

Lebih lanjut, Asep Wawan menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebahagiaan. Ia mengingatkan bahwa Dinas Pendidikan hadir untuk melayani masyarakat Kabupaten Garut, sehingga sikap ramah, nyaman, dan bahagia dalam bekerja akan berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan.

“Kita ditakdirkan di sini untuk melayani masyarakat. Kalau kita bahagia dan nyaman bekerja, insyaallah pelayanan akan lebih optimal,” katanya.

Terkait SPMB tahun ajaran mendatang, Asep Wawan memberikan penekanan khusus pada kepatuhan kuota dan daya tampung rombongan belajar (rombel). Ia meminta kepala sekolah dan pengawas untuk tidak menerima peserta didik melebihi kuota yang telah ditetapkan, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Daya tampung harus dihitung secara rasional per kecamatan. Jangan sampai ada sekolah yang siswanya menumpuk, sementara sekolah lain kekurangan murid,” ujarnya.

Ia juga mendorong penyusunan perencanaan SPMB sejak dini, termasuk pembentukan tim lintas jenjang PAUD, SD, dan SMP, penyusunan juknis, serta pemetaan peminatan siswa kelas 6 dan kelas 9. Ke depan, Dinas Pendidikan berencana menyiapkan aplikasi untuk memudahkan pendataan dan penyaluran minat melanjutkan sekolah.

Menutup arahannya, Asep Wawan meminta para pengawas dan bidang terkait untuk menyiapkan agenda lomba cerdas cermat (LCC) yang juaranya akan ditampilkan di peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. ***Jajang Sukmana